Ombak Besar Menerjang Pantai Selatan Sukabumi, Perahu Nelayan Ujung Genteng Hilang dan Rusak

Pantai Ujunggenteng Sukabumi
Suasana perahu nelayan di dermaga Ujung Genteng Ciracap saat diterjang ombak besar

CIRACAP – Sejumlah perahu nelayan di Ujung Genteng, kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi mengalami kerusakan setelah diterjang gelombang ombak besar yang terjadi, Rabu, (28/5).

Ketua Rukun Nelayan Ujung Genteng Asep JK mengatakan, peristiwa gelombang ombak besar menerjang Rabu, (28/5) sekitar pukul 06.00 Wib, saat para nelayan sebagian tengah bersiap siap untuk pergi melaut.

Bacaan Lainnya

Namun tiba tiba kata Asep JK lagi, saat para nelayan tengah beraktivitas datang gelombang tinggi dengan ombak besar menerjang pantai Ujung Genteng dimana banyak perahu nelayan masih bersandar terseret dan beberapa unit mengalami kerusakan.

“Itu perahu rusak tadi, dan kemarin ada yang tenggelam, malahan mah tiga perahu juga ditengah, sampai saat ini juga belum ketemu, belum ada informasi nelayannyah atau perahu nya juga,” ujar Asep Jk. Rabu, (28/5).

“Kalau yang dipinggir pantai ini kurang lebih ada 30 unit tapi rusak rusak ringan, kartilnya, lambung perahunya, tapi yang hancur belum dievakuasi ada tiga perahu,” imbuhnya.

Sebelumnya kata Asep Jk lagi, sebagai ketua rukun nelayan dalam beberapa hari telah mengingatkan dan menghimbau kepada para nelayan di Ujung Genteng untuk tetap waspada dan berhati hati saat melaut, pasalnya BMKG telah mengirimkan prakiraan akan terjadi gelombang tinggi.

“Kemarin sudah himbau para nelayan melalui grup WA ada himbauan dari BMKG ada gelombang tinggi, kita selalu hati hati kepada nelayan, tadi tiba tiba jam 6 baru aktivitas nelayan juga, sudah terjadi ombak itu banjir rob,” jelasnya.

Masih kata Asep Jk, gelombang tinggi ombak besar baru terjadi hari ini dan informasi dari BMKG terkait prakiraan cuaca sejak kemarin telah di sebarkan agar para nelayan selalu berhati hati.

“Kalau dari prakiraan BMKG ada gelombang tinggi ombak besar itu tiga hari kedepan,” ucapnya.

Asep Jk menegaskan, adanya peristiwa tersebut kembali menghimbau kepada para nelayan dengan tidak bosan bosannya untuk berhati hati, menjaga keselamatan, mengindahkan himbauan dari BMKG dalam melakukan aktivitas melaut.

“Sering dari BMKG ke rukun nelayan, kami sebar kepada nelayan juga, kan nelayan tidak semua punya aplikasi atau HP android dan juga punya HP jadul, kami informasikan ke grup grup WA,” paparnya.

“Tadi kami dapat telpon, karena ada nelayan yang operasi di tengah melakukan pencarian, katanya perahu sampai saat ini hilang kontak tidak ada, sudah komunikasi ke daerah Cianjur, Pameungpeuk sampai saat ini belum ada kabar dan informasi,” pungkasnya. (Ndi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *