KABUPATEN SUKABUMI

Modifikasi Cuaca Sukabumi dan Sekitarnya, Dua Pesawat Diterbangkan

×

Modifikasi Cuaca Sukabumi dan Sekitarnya, Dua Pesawat Diterbangkan

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati memberikan keterangan kepada wartawan terkait potensi hujan deras yang dapat memicu bencana hidrometeorologi di Jawa Barat, saat meninjau lokasi bencana keretakan tanah di Desa Sukamaju, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (6/12/2024).
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati memberikan keterangan kepada wartawan terkait potensi hujan deras yang dapat memicu bencana hidrometeorologi di Jawa Barat, saat meninjau lokasi bencana keretakan tanah di Desa Sukamaju, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (6/12/2024).

Bencana tersebut menimbulkan dampak signifikan berdasarkan data BNPB kondisi terkini ada penambahan jumlah warga terdampak yang sebelumnya 10.160 warga menjadi 10.237, dan 2.988 orang warga mengungsi. Kemudian sebanyak 10 orang meninggal dunia, dan dua orang warga dinyatakan hilang setelah 7×24 jam dilakukan pencarian.

Bank bjb Tandamata

Sementara itu Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam kesempatan terpisah menambahkan bahwa setiap armada pesawat dalam operasi tersebut akan menaburkan zat natrium klorida (NaCl) ke awan potensial di wilayah selatan Jawa Barat.

Gumpalan awan penghujan yang ada di langit selatan Jawa Barat seperti Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran hingga ke Banten bagian selatan akan dipecah dan diarahkan ke laut sehingga hujan di kawasan tersebut dapat dikurangi intensitasnya.

Berdasarkan analisa BMKG kawasan tersebut masih berpotensi besar untuk diguyur hujan berintensitas deras disertai dengan badai berupa angin kencang mencapai 33 kilometer per jam (18 knot) pada lapisan permukaan karena dipengaruhi beberapa fenomena atmosfer.(*)