KABUPATEN SUKABUMI

Minim, Kesadaran Masyarakat Sukabumi Pakai Masker

×

Minim, Kesadaran Masyarakat Sukabumi Pakai Masker

Sebarkan artikel ini
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukabumi, Yani Jatnika Marwan beserta Kepala Desa Kertaraharja, Yati Nurhayati saat memasangkan masker kepada masyarakat.

SUKABUMI – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukabumi, Yani Jatnika Marwan, menilai soal kesadaran masyarakat yang menggunakan masker di saat pandemi virus corona atau Covid 19, masih minim. Warga banyak mengabaikan himbauan pemerintah agar penggunaan masker wajib digunakan. Terutama saat melakukan aktivitas sehari-hari.

“Kesadaran warga memakai masker sangat minim sehingga memaksa kami sebagai bagian dari anggota gugus tugas turun untuk ke jalan. Kami tidak hanya memberikan himbauan, tetapi juga memberikan masker dan memakaikannya pada warga,” jelas Yani kepada Radar Sukabumi,  (24/4).

Bank bjb Tandamata

Menurut istri orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi ini, saat pandemi Covid 19 pada umumnya masyarakat Kabupaten Sukabumi belum memahami secara benar mengenai upaya pencegahannya.

Hal tersebut, dapat terbukti saat dirinya memasuki sejumlah lokasi pasar tradisional yang ada di Kabupaten Sukabumi, namun masih banyak warga yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker. Bahkan, ada yang bawa masker tetapi tidak dipakai.

“Jadi ternyata masyarakat itu masih belum menyadari pentingnya menggunakan masker saat beraktivitas. Ini merupakan pekerjaan kita semua agar masyarakat menyadari itu dan menggunakan APD serta mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir,” paparnya.

Seluruh masyarakat diwajibkan untuk menggunakan masker karena ketika seseorang berada di luar rumah akan ada banyak sekali ancaman penularan virus. “Apalagi saat pandemi Covid 19.

Untuk itu, sesuai dengan anjuran pemerintah kita jalankan masker untuk semua. Semua harus menggunakan masker,” tandasnya.

Pihaknya menilai, masker dianggap bisa menjadi perlindungan utama dalam mencegah penularan virus corona.

Pasalnya, virus yang mematikan itu dapat menyebar melalui droplet atau percikan air ludah dari orang yang sakit ke orang sehat. “Sebab itu, penggunaan masker dinilai dapat menangkal perpindahan droplet tersebut,” paparnya.

Pihaknya menambahkan, dalam memakai masker masyarakat diimbau bahwa yang paling penting adalah memastikan bagian masker menutupi hidung dan dagu sehingga tidak longgar.

“Kami selain menyarankan agar warga selalu memakai masker ketika berada di luar rumah, juga menekankan agar masker yang dipakai berbahan kain,” pungkasnya. (den/t)