Ledakan Gas CNG di Cibadak Diinvestigasi KNKT

INVESTIGASI: Tim KNKT Nasional, saat melakukan investigasi di lokasi ledakan tabung gas CNG di ruas Jalan Raya Sukabumi - Bogor, tepatnya di Kampung Lodaya I, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Rabu (29/11).
INVESTIGASI: Tim KNKT Nasional, saat melakukan investigasi di lokasi ledakan tabung gas CNG di ruas Jalan Raya Sukabumi - Bogor, tepatnya di Kampung Lodaya I, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Rabu (29/11).

SUKABUMI — Peristiwa ledakan tabung gas CNG yang diangkut Truk Isuzu putih bernomor polisi B 9496 SYX di ruas Jalan Raya Sukabumi – Bogor, tepatnya di Kampung Lodaya I, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Senin (27/11) sore, telah menyita perhatian semua kalangan.

Kali ini, Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nasional langsung turun ke lokasi ledakan gas CNG yang menyebabkan korban jiwa dan sejumlah warga luka luka.

Bacaan Lainnya

Investigator KNKT Nasional, Zulfikar mengatakan, tragedi truk yang membawa muatan gas CNG di jalan Raya Cibadak itu, masuk pada salah satu kategori kecelakaan sangat berbahaya.

“Artinya PP 62 Tahun 2013, KNKT bertugas melakukan investigasi terhadap kecelakaan yang sangat berbahaya. Karena memang tabung CNG yang meledak hingga menyebabkan korban jiwa dan sejumlah korban lainnya luka-luka,” kata Zulfikar pada Rabu (29/11).

Tim KNKT Nasional merupakan hari pertama ke lokasi kejadian ledakan tabung gas CNG tersebut. Hal ini dilakukan untuk melihat lokasi kejadian dan melihat bekas-bekas yang terdampak dari ledakan gas tersebut

“Ledakan gas CNG itu, bisa sampai diatas 200 bar. Artinya, ini bisa berpotensi merusak di area sekitar radius 50 meter akibat dari ledakan itu,” bebernya.

Untuk itu, Tim KNKT Nasional akan mengumpulkan semua keterangan tersebut untuk dijadikan sebagai bahan investigasi dan edukasi kepada masyarakat. Bahwa bilamana ada terjadi situasi ledakan, maka sudah seharusnya warga dievakuasi dari jarak sekitar 50 meter dari radius tempat kejadian.

“Kita juga berusaha melakukan antisipasi pencegahan, bilamana ada kebocoran. Karena gas CNG ini jika ada bocor tidak berbau tidak seperti gas liquide gas LPG lainnya bila terjadi bocor akan ketahuan atau kecium baunya,” timpalnya.

“Jadi, kalau gas CNG bocor tidak akan kecium baunya. Aritnya itu ada resiko juga bila terjadi kebocoroan yang bisa mengakibatkan ledakan seperti ini,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, investigasi hari pertama ini Tim KNKT Nasional untuk melihat kondisi pasca terjadi ledakan. “Hasil dari investigasi ini, kita mengukur juga berapa jarak radius ledakan itu. Jadi untuk kedepannya, untuk melakukan mitigasi, bila suatu tabung dengan material baja bisa melontarkan sejauh 50 meter,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *