Lucki berharap kepada masyarakat atau warga tidak lagi membangun rumah ataupun warung disekitar bantaran sungai Cikaso, namun begitu Lucki mengaku kebingungan karena menyangkut mata pencaharian masyarakat sekitar yang rata rata berjualan atau warung.
“Kalau himbauan, kalau bisa jangan bikin bangunan dekat sini sungai Cikaso, cuma bingung dari dulu juga sudah dikasih tahu, cuma gimana bingung juga, kembali ke urusan perut, kita kalau melarang kan nggak bisa,” bebernya.
Diketahui sebelumnya, akibat dari banjir bandang karena luapan air sungai Cikaso sebanyak 184 Kepala Keluarga yang terdiri dari 558 jiwa di Kedusunan Ciopang, Cinitih dan Kadudahung terdampak bahkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dengan berbagai kategori. (Cr2/d)






