Selain kopi dan padi, Pemerintah Desa juga berupaya menghidupkan kembali kejayaan Pisang Selabintana, yang pernah masyhur karena rasa manis khasnya.
Mengubah pola pikir petani dari cara tradisional ke arah industri yang terkelola memang membutuhkan konsistensi. Namun, dengan integrasi potensi alam, dukungan BUMDes, serta posisi strategis di jalur wisata, Desa Perbawati optimistis mampu mengubah wajah desa dari sekadar perlintasan menjadi sentra komoditas unggulan.
“Kami ingin produk Perbawati dilirik luas. Bukan hanya karena lokasinya yang indah, tapi karena kualitas hasil buminya yang unggul,” pungkas Asep. (den/d)




