Kepsek SMPN 1 Ciambar  Sukabumi Terancam Dipecat, Kadisdik Bilang Begini

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Jujun Juaeni
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Jujun Juaeni

PALABUHANRATU – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Jujun Juaeni angkat bicara soal ancaman sanksi pemecatan terhadap kepala sekolah SMPN I Ciambar atas peristiwa meninggalnya salah satu pelajar usai mengikuti MPLS.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan selular, Jujun mengungkapkan sampai saat ini pihaknya masih menunggu laporan dari pemeriksaan pihak kepolisian dalam hal ini Satreskrim Polres Sukabumi.

Bacaan Lainnya

“Di lapangan sudah saya jelaskan bahwa temuan di lapangan itu, ada berbagai macam versi dan saya tidak bisa mengomentari versi yang lain, tetapi kami hanya melaporkan apa yang kami dapat dan sudah dilaporkan terdahulu kepada temen temen,” ujar Jujun.

“Nah selanjutnya hari ini juga kami belum mendapat informasi dari pihak kepolisian berkenaan dengan pemeriksaan yang dilakukan kepada kepala sekolah dan guru itu, sampai saat ini juga saya masih menunggu informasi lanjutan dari temen temen yang diperiksa kepolisian,” imbuhnya.

Sehingga, kata Jujun lagi untuk sanksi dan lainnya sebagainya, dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi masih menunggu hasil pemeriksaan jajaran kepolisian dan intnasi terkait lainnya.

“Tetapi kami akan melakukan komunikasi dengan temen temen yang ada di sekolah berkaitan dengan materi pemeriksaan, sampai ini kami belum bisa mengomentari, karena belum menerima materi dari pihak kepolisian, dan juga belum menerima laporan dari pihak terperiksa dalam hal ini kepala sekolah dan guru,” tegasnya.

Lanjut Jujun, adapun beredar informasi peristiwa pelajar yang meninggal tersebut masih dalam kegiatan MPLS, menurutnya setiap intansi memiliki cara dan sudut pandang berbeda, namun dinas pendidikan memiliki kalender pendidikan.

“Jadi sebenarnya cara pandangnya saja yang berbeda, kami punya kalender pendidikan, bahwa untuk kalender pendidikan itu tiga hari sampai hari Jumat itu adalah hari MPLS, dilanjutkan dengan dikalender pendidikan itu pengenalan ke pramukaan, selanjutnya pembelajaran seperti biasa, jadi sekali lagi kalaupun itu (peristiwa- red) dianggap rangkaian dari MPLS, saya tidak bisa mengomentari pendapat yang dilakukan oleh pihak lain,” terangnya.

“Karena cara dan sudut pandangnya tentu berbeda, kami hanya menjawab berdasarkan apa yang sudah ada di kalender pendidikan kami. Kalau untuk MPLS sebenarnya kami melimpahkan sepenuhnya di dalam pelaksanaan ke pihak sekolah,” sambungnya.

Selain dari pada itu, kata Jujun lagi dinas pendidikan tetap melakukan pengontrolan dengan berbagai macam jenis, salah satunya berjalan ke sekolah sekolah seperti yang dilakukannya mengunjungi MPLS di SD Pasirhalang dan di SMP 1 Selabintana.

“Nah contoh pengawasannya seperti itu, selain itu juga pengawasan yang lain dengan meminta laporan priodik kepada kepala sekolah berkenaan dengan apa yang sudah dilakukan oleh mereka untuk MPLS,” paparnya.

“Kemarin saya datang kesana, saya belum menerima laporan, menurut informasi dari pihak sekolah kegiatan ini sudah berlangsung dari tahun ke tahun, sehingga sudah menjadi kegiatan rutin mungkin mereka menganggap sesuatu yang sudah biasa, sehingga tidak perlu ada laporan tertulis kepada kami berkenaan kegiatan itu selain MPLS,” tandasnya. (Ndi)

Pos terkait