Untuk diketahui, konsumsi beras per bulan di Kabupaten Sukabumi berdasarkan jumlah penduduk sekitar 2,4 juta jiwa sebesar 271.416 ton per tahun. Berarti bulan Maret 2018 Sukabumi sudah dapat mencukupi lebih dari setengahnya. Sementara untuk luas panen padi Nasional bulan Januari 2018 sebesar 854.000 ha dengan hasil 4,51 juta ton GKG. Produks itu setara dengan 2,83 juta ton beras, sehingga surplus 329 ribu ton dibandingkan kebutuhan konsumsi 2,5 juta ton.
“Luas panen di bulan Februari ini 1,63 juta ha dengan produksi 8,67 juta ton GKG setara 5,43 juta ton beras surplus 2,93 juta ton beras. Sementara untuk bulan Maret panen seluas 2,25 juta ha dengan produksi 8,8 juta ton GKG. Dengan produksi ini, kebutuhan konsumsi aman bahkan surplus,” pungkas Amran.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono menyampaikan, pada Musim tanam 2017/2018 ini, realisasi tanam padi sampai dengan tanggal 5 Februari kemarin sudah mencapai 87.315 Ha atau 85,54 persen dari target tanam seluas 102.070 Ha. Dengan demikian, sisa target tanam yang harus dicapai mulai hari ini sampai dengan akhir Maret 2018 minimal seluas 14.775 Ha.
“Mudah-mudahan pada tahun 2018 ini kita bisa melampaui sasaran yang telah ditetapkan itu,” timpal Adjo.
Adjo juga menyampaikan, dari sisi produksi dan kebutuhan untuk konsumsi masyarakatnya, Kabupaten Sukabumi mengalami surplus, sehingga mampu memberikan kontribusi untuk kebutuhan daerah lain sekitar 50 persen.
“Sedangkan puncak panen atau panen raya akan terjadi pada Februari-Maret dan pada saat-saat tersebut biasanya harga gabah jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) seperti yang terjadi saat ini dibeberapa kecamatan, khususnya di wilayah selatan Sukabumi,” singkatnya.
(ren)





