“Kalau anggaran stagnan, perbaikan tidak akan selesai. Karena itu, kami dorong percepatan melalui metode rijit pavement atau betonisasi, yang cocok untuk kontur tanah labil dan rawan pergerakan,” jelasnya.
Dede menekankan, pembangunan jalan bukan sekadar soal kenyamanan berkendara, tetapi juga menyangkut distribusi logistik, akses pendidikan, dan layanan kesehatan. Infrastruktur yang mantap diyakini menjadi kunci pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga momentum HJKS ini memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat untuk meningkatkan kualitas jalan di Sukabumi,” pungkasnya.(ndi/d)






