KABUPATEN SUKABUMI

7 Kilometer Terlupakan: Jalan Penghubung Tanpa Angkot, Warga Tercekik Ongkos

×

7 Kilometer Terlupakan: Jalan Penghubung Tanpa Angkot, Warga Tercekik Ongkos

Sebarkan artikel ini
BUTUH TRAYEK : Suasana jalan Kabupaten Sukabumi, tepatnya di ruas jalan Karangtengah–Cireundeu penghuhung Kecamatan Nagrak dengan Kecamatan Cibadak.
BUTUH TRAYEK : Suasana jalan Kabupaten Sukabumi, tepatnya di ruas jalan Karangtengah–Cireundeu penghuhung Kecamatan Nagrak dengan Kecamatan Cibadak.

SUKABUMI – Di tengah geliat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sukabumi, warga Kampung Cireundeu, Desa Giriaya, Kecamatan Nagrak, kembali menyuarakan keresahan mereka. Pada Senin (15/9), masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Sukabumi membuka trayek angkutan umum di ruas jalan Karangtengah–Cireundeu, jalur vital sepanjang 7 kilometer yang menghubungkan Kecamatan Nagrak dan Cibadak.

Jalur tersebut memiliki peran strategis, tak hanya untuk mobilitas warga, tetapi juga sebagai penggerak roda ekonomi lokal. Sayangnya, hingga kini belum ada satu pun angkutan umum resmi yang melintasi wilayah tersebut. Warga pun terpaksa mengandalkan kendaraan pribadi dan ojek pangkalan dengan tarif yang jauh lebih mahal.

Bank bjb Tandamata

“Sekitar tahun 1980-an, kami punya transportasi umum seperti doyok atau omprengan. Itu sangat membantu. Bahkan jejak terminal kecilnya masih ada,” ujar Abah Oding (65), tokoh masyarakat setempat.

Seiring waktu, moda transportasi rakyat itu menghilang. Dampaknya, warga—yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pengrajin kecil—harus menanggung biaya transportasi yang tinggi. Ongkos ojek bisa mencapai puluhan ribu rupiah per hari, sangat memberatkan bagi mereka yang berpenghasilan rendah.