SUKABUMI — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mendistribusikan ribuan liter air bersih ke daerah kekeringan, salah satunya di wilayah Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
Staf Penanggulangan Becana pada PMI Kabupaten Sukabumi, Dikdik Maulana kepada Radar Sukabumi mengatakan, saat ini PMI Kabupaten Sukabumi telah mendistribusikan sebanyak 10.000 ribu liter air bersih untuk kebutuhan dua ke RW-an di wilayah Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Yakni, RW 04 dan RW 05.
“10.000 ribu liter air bersih ini, untuk kebutuhan 500 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sebanyak 1500 orang,” kata Dikdik kepada Radar Sukabumi pada Rabu (09/08).
Ribuan liter air bersih untuk bantuan warga Desa Padaasih ini, sambung Diddik, telah diangkut oleh PMI Kabupaten Sukabumi dengan menggunakan kendaraan tangki yang berkapasitas 5.000 ribu liter. “Semoga bantuan air bersih ini, dapat meringankan kebutuhan warga, khususnya pada musim kemarau,” ujarnya.
Masih kata Dikdik, permintaan dari masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk memasok air bersih ke berbagai daerah hingga saat ini sudah mulai banyak yang masuk. Baik warga yang tinggal di wilayah Selatan maupun Utara Kabupaten Sukabumi.
Untuk memenuhi layanan penyediaan air bersih, pihaknya juga berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sukabumi serta memanfaatkan sumur-sumur yang debit airnya masih tinggi dan layak untuk dikonsumsi.
“Untuk antisipasi lonjakan permintaan air bersih dari warga, apalagi Agustus 2023 kemungkinan puncak dari El Nino, kami berkoordinasi baik dengan PMI Pusat Maupun PMI Jabar, terkait dengan penyediaan armada untuk menyalurkan air bersih,” tandasnya.
Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, dari jumlah total 47 kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Sukabumi, terdapat 28 kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih.
“Untuk sementara ini, dalam penyaluran air bersih kami menggunakan skala prioritas, dimana lebih mengutamakan daerah-daerah yang warganya sudah sangat kesulitan mendapatkan air bersih serta jumlah jiwa yang terdampak,” bebernya.






