Kecamatan Sukabumi, Wisata Jadi Lokomotif Ekonomi Masyarakat

Kecamatan Sukabumi
Camat Sukabumi, Nunung Nurhayati saat mendampingi Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman ke lokasi wisata yang ada di wilayah Kecamatan Sukabumi

SUKABUMI – Selama lebih dari dua tahun, pandemi Covid-19 melanda Indonesia termasuk Kabupaten Sukabumi. untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Kecamatan Sukabumi terus berupaya maksimal untuk menggali semua potensi yang ada di wilayahnya, baik melalui sumber daya alam maupun pada sumber daya manusia.

Sektor pariwisata merupakan lokomotif perekonomian di wilayah Kecamatan Sukabumi dalam membangkitkan geliat pertumbuhan ekonomi nasional. Karena, pariwisata sangat berperan aktif dalam percepatan peningkatan perkonomian warga yang didukug dengan sumber daya yang mumpuni.

Bacaan Lainnya

Camat Sukabumi, Nunung Nurhayati mengatakan, potensi yang dimililiki Kecamatan Sukabumi begitu beragam. Seperti halnya, agrowisata petik buah melon yang ada di Desa Sukajaya, agrowisata cakrawala petik buah jeruk dan wisata alam terbuka di Saung Cipelang Halimun di wilayah Desa Sudajaya Girang, di Desa Karawang memiliki unggulan objek wisata goa yang nantinya akan berhubungan dengan wilayah Kecamatan Kadudampit untuk dijadikan tempat bermain air tubing, wisata alam terbuka di Parungseah dan di Desa Perbawati edukasi agrowista dan masih banyak lagi destinasi wisata yang lainnya.

“Semua wisata yang ada di wilayah Kecamatan Sukabumi ini, menjadi primadona yang kerap dikunjungi para wisatawan, baik lokal maupun domestik.

Apalagi, Kecamatan Sukabumi ini, berada di bawah kaki Gunung Gede Pangrango sehingga suasananya tampak asri dan sejuk. Sehingga tidak heran saat liburan panjang pada Idul Fitri kemarin wilayah ini diserbu ribuan wisatawan,” kata Nunung kepada Radar Sukabumi.

Kecamatan Sukabumi memiliki enam desa. Yakni, Desa Warnasari, Sudajaya Girang, Sukajaya, Parungseah, Perbawati dan Desa Karawang. Dari seluruh desa ini, semuanya memiliki potensi alam yang melimpah.

Bahkan, daerah yang tengah dipimpinnya itu bukan hanya memiliki sumber pertanian, agrowisata dan objek wisata alam saja.

Namun, tidak sedikit juga warga yang telah membuat kerajinan hingga hasilnya di ekspor ke negara Korea Selatan dan China. Salah satunya bambu suji di wilayah Desa Sukajaya.

“Semuanya bergerak dalam masa pandemi ini untuk bisa bangkit, baik dalam segi jasa, pertanian, perdagangan maupun wisata.

Jadi semuanya memperlihatkan kesatuan utuh untuk saling melengkapi dan kami mendukung itu. Contohnya jika ada salah satu wisata baru di wilayah ini, pasti akan kita bantu eksplore dan kita bantu juga soal keamanannya, untuk bahu membahu meningkatkan perekonomian masyarakat dan UMKM skala kecil,” tandasnya.

Pihaknya berharap dengan berbagai ragam potensi yang dimiliki di Kecamatan Sukabumi ini, dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Untuk itu, pemerintah Kecamatan Sukabumi terus bekerjasama dengan seluruh stakehoalder mulai dari masyarakat, pemerintah desa, Polri, TNI dan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi untuk mewujudkan peningkatan derajat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Intinya, semua terlibat di dalamnya untuk bahu membahu menjaga kondusifitas wilayah Kecamatan Sukabumi. Bukan hanya itu, untuk meminimalisir terjadinya penyebaran virus corona, kami juga tetap menerapkan prokes di setiap kawasan wisata yang ada di sini.

Iya, ini kami lakukan agar para pengunjung merasa aman dan nyaman saat mengunjungi wisata di Kecamatan Sukabumi,” pungkasnya.Kecamatan Sukabumi

NIKMATI HIDUP DENGAN IKHLAS DAN GEMBIRA

Sementara itu, Nunung mengaku selalu menghadapi setiap tantangan dengan enjoy alias santai. Menurut perempuan yang berkerudung, setiap masalah yang muncul selalu dirinya hadapi dengan santai dan ketabahan serta ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Meski saya enjoy bukan berarti tidak melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh. Itu yang selalu menjadi pegangan saya dalam menjalani hidup. Intinya, namanya hidup pasti ada masalah. Namun yang pasti kita harus pandai-pandai memetik hikmah dalam setiap masalah itu.

Karena, dengan hadirnya masalah, maka hidup kita akan lebih dewasa dan bijaksana,” kata Nunung kepada Radar Sukabumi di ruang kerjanya.

Perempuan kelahiran tahun 1966 ini juga memiliki kunci sukses yang perlu menjadi tauladan setiap insan. Dimana, ia selalu melaksanakan tugas dengan tanggungjawab dan penuh keihklasan. Seperti halnya, dalam melayani masyarakat.

Maka dirinya akan selalu mengedapankan penuh keikhlasan. Hal ini, juga yang menjadi salah satu sebuah kunci keberhasilannya yang kini ia hingga duduk sebagai Camat Sukabumi.

“Kerja tanpa keikhlasan, maka akan menjadi beban hingga tugas itu menjadi terbengkalai. Intinya, seberat apapun tugas jika kita ikhlas menjalankannya, selain akan menjadi ladang ibadah juga akan ringan mengerjakannya,” imbuhnya.

Bukan hanya itu, Camat Sukabumi ini juga mengaku, apabila dirinya merasa mumet atau stres dengan beban pekerjaan, ia selalu membuat tegar dan melakukan refreshing atau menyegarkan pikiran dan tubuhnya dengan makan-makan dan jalan-jalan santai. “Hobi saya itu jalan santai dan makan kalau sedang mumet atau stres,” singkatnya. (den)Kecamatan Sukabumi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar