“Sampai sekarang pukul 14.00 WIB api belum bisa dipadamkan. Sebenarnya, kalau api di atas permukaan itu sudah padam. Namun, yang dibawah mungkin kena panas, jadi api kembali muncul lagi. Ini Damkar saja sudah ada lima unit diterjunkan ke lokasi. Tapi, api belum juga padam,” timpalnya.
Ketika disinggung mengenai penyebab api yang menyebabkan kebakaran lahan itu. Susilo menjawab, belum diektahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Sebab, saat ini petugas gabungan masih fokus untuk melakukan pemadaman agar api tidak menjalar ke pemukiman penduduk. “Untuk penyebabnya, belum diketahui yah. Masih kita selidiki,” katanya.
“Lokasi kebakaran itu, adalah lahan kosong. Jadi tadinya tempat pembuangan limbah veneer dari sejumlah pengusaha di sekitara Cibatu saja. Nah, dulu katanya lahan ini dikontrak. Mungkin sama pemiliknya H. Epon dikontrak sama pengusaha triplek untuk dijadikan lokasi pembuangan limbah,” tandasnya.
Untuk mengantisipasi hal serupa, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakar agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk kepentingan pembukaan lahan baru pertanian. “Iya, sekarang kan lagi musim kemarau. Puntung rokok saja, dapat berpotensi kebakaran. Jadi, mohon kerjasamanya,” pungkasnya. (Den






