KABUPATEN SUKABUMI

KBRI Baghdad Tak Serius Lindungi TKW Jabar?

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Ketujuh pekerja migran wanita asal Jawa Barat yang pernah disekap di Irak gigit jari. Pasalnya, pertemuan advokasi yang dijanjikan oleh Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Baghdad tak kunjung terealisasi.

Sebelumnya, Pejabat Fungsi Protokol dan Konsuler pada KBRI Baghdad Aria Chandra Utama menjanjikan akan ada pertemuan pada Minggu (20/10/2019). Namun setelah dikonfirmasi Radarsukabumi.com, tidak ada jawaban tidak lanjut soal itu.

Hal ini pun dibenarkan oleh pengakuan para TKW asal Jawa Barat yang masih berada di Kota Dohuk, Irak. Seperti yang disampaikan Septyani, TKW asal Karawang.

“Gak ada kabar pertemuan itu. Ya memang sebelumnya dijanjikan hari Minggu kemarin, tapi gak ada kabar dari staf KBRI di sini,” kata Septyani kepada Radarsukabumi.com, Kamis (24/10/2019).

Pernyataan Septi dibenarkan oleh Lina Pratiwi, TKW asal Kampung Tangkolo, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

“Tidak jadi pertemuannya. Pak Aria sebelumnya menugaskan staf KBRI di sini namanya Pak Aram untuk membawa kami. Tapi anehnya Pak Aram malah bilang tidak bisa main bawa begitu saja, karena KBRI harus dapat izin dulu dari agen. Kan lucu ya,” ungkap Lina.

Bahkan, kata Lina lagi, staf yang bernama Aram tersebut menjanjikan waktu sepekan untuk menekan agen mereka di Irak agar mau mengizinkan membawa ketujuh TKW Jabar ke shelter di bawah Pemerintah Regional Kurdistan di Erbil.

“Sebelumnya juga kan kami sudah melaporkan ke kantor KBRI. Tapi ujung-ujungnya dikembalikan lagi ke agen. Jadi hal ini sudah berulang kali terjadi,” ujar Lina.

Dia pun berharap kepada Pemerintah Indonesia khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi agar dapat lebih serius lagi dalam membantu proses pemulangan mereka.

“Saya cuma mau pulang ke Indonesia. Jadi tolong bantu kami,” harap Lina.

(izo/rs)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *