Kadudampit Gelar Simulasi PSBB

  • Whatsapp
Pemerintah Kecamatan Cibadak saat melakukan simulasi PSBB di salah satu pabrik garmen

SUKABUMI — Jelang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang rencananya akan diselenggarakan pada 6 Mei 2020 mendatang, Pemerintah Kecamatan Kadudampit, menggelar simulasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat.

Camat Kadudampit, Zaenal Abidin mengatakan, simulasi tersebut dilakukan agar warga bisa adaptasi serta menumbuhkan kesadaran masyarakat sebelum pelaksanaan PSBB serentak di 14 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, salah satunya Kecamatan Kadudampit.

Read More

“Karena Kecamatan Kadudampit termasuk dalam zona wilayah yang harus melaksanakan PSBB, maka kita adakan simulasi terlebih dahulu sebagai persiapan,” kata Zaenal kepada Radar Sukabumi, kemarin (5/5).

Simulasi dilakukan misalnya saja terhadap para karyawan salah satu pabrik garmen di Kecamatan Kadudampit dan itu berjalan tertib. “Kita coba terapkan bagaimana karyawan masuk pabrik dan keluar dari pabrik menuju jalan raya dan semuanya berjalan dengan tertib,” ujarnya.

Selain karyawan pabrik garmen, lanjut Zaenal, simulasi juga dilaksanakan di Pondok Pesantren Yaspida, yang mencakup aktivitas santri di dalam Pesantren, seperti di area Masjid, di ruang, kelas, tempat olahraga hingga tempat makan para santri.

“Untuk pondok pesantren juga dilakukan simulasi, bahkan untuk sementara pesantren dilarang untuk menerima tamu dari luar agar para santri juga aman dan tidak terkontaminasi oleh potensi yang dapat membawa virus Corona kedalam pesantren,” paparnya.

Tak hanya itu, Pemerintah Kecamatan Kadudampit juga melakukan simulasi kepada masyarakat agar mulai membiasakan diri membeli kebutuhan pokok baik pangan atau non pangan dengan cara online.

Bahkan, Kecamatan Kadudampit sudah bekerja sama dengan Bumdes, kelompok tani, UKM dan warung tradisional yang bisa melayani pesan antar sampai ke rumah warga. “Jadi untuk berbelanja kebutuhan pokok baik pangan ataupun non pangan masyarakat kita sarankan menggunakan cara online atau COD, itu juga disimulasikan” imbuhnya.

Di singgung soal sanksi bagi masyarakat yang melanggar, menurut Zaenal, pihaknya akan memberikan teguran secara lisan dengan cara persuasif.

“Jadi secara garis besar tujuan dilaksanakanya PSBB adalah guna membatasi ruang gerak orang dan barang guna memutus mata rantai Covid-19, jadi kami terus berupaya agar masyarakat juga semakin proaktif,” pungkasnya. (bam/d)

Related posts

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *