SUKABUMI – Pertanian bukan hanya soal menanam dan memanen. Di balik bulir padi yang tersimpan di lumbung, ada proses panjang yang menentukan kualitas dan nilai jual. Hal inilah yang menjadi perhatian Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, saat melakukan kunjungan kerja ke Rice Milling Unit (RMU) Doa Bangsa Agrobisnis di wilayah Nagrak Cibadak.
Dalam kunjungan itu, Aep meninjau langsung proses pengolahan padi, mulai dari penerimaan gabah hingga penggilingan. Ia mencermati manajemen pascapanen yang diterapkan, sekaligus berdialog dengan pengelola unit. “Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian dan menambah nilai jual gabah petani,” ujarnya.
Menurut Aep, optimalisasi pengolahan pascapanen memegang peranan krusial. Hilirisasi yang kuat akan menjadi penopang utama daya saing produk pertanian daerah. “Keberadaan RMU yang dikelola profesional mampu menekan kehilangan hasil panen, meningkatkan standar kualitas beras, serta memberi dampak nyata terhadap pendapatan petani,” jelasnya.
Namun, penguatan sektor pascapanen tidak bisa berjalan sendiri. Aep menekankan perlunya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan pelaku usaha pertanian. “Sinergi ini adalah langkah konkret untuk mendorong transformasi pertanian dari hulu hingga hilir,” tegasnya.






