Untuk sementara, Billal akan dirawat di rumah sakit hingga kondisinya stabil, lalu menjalani rawat jalan dengan kontrol rutin. Puskesmas setempat akan mendampingi pemantauan berat badan dan pengobatan.
Kasus Billal membuka kembali potret buram persoalan gizi buruk dan TBC di daerah. Dua penyakit ini masih menjadi ancaman serius bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, di tengah keterbatasan ekonomi dan minimnya akses layanan kesehatan.
Perjuangan Billal adalah cermin bahwa kesehatan bukan hanya soal medis, tetapi juga soal sosial dan ekonomi. Meski jalannya panjang, harapan tetap terbuka.
“Kalau pola makan membaik, obat diminum teratur, dan orang tua konsisten, Insya Allah Billal bisa sembuh,” pungkas dr. Anggun.(den/d)




