Kades Cisarua Sukabumi Beberkan Kondisi Pak Uyan Pengidap Stroke Yang Tinggal di Gubuk Reot

Pak Uyan Pengidap Stroke Yang Tinggal di Rutilahu
Kepala Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi Arie Yanwar, saat menjenguk Pak Uyan (56) pengidap sakit stroke di Kampung Nagrak, RT 02/RW 08, Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi

SUKARAJA – Kepala Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi Arie Yanwar, akhirnya angkat bicara soal kondisi keluarga Pak Uyan (56) pengidap sakit stroke dan anaknya Reni Nuraeni (19) pengidap kista asal warga Kampung Nagrak, RT 02/RW 08, Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, yang tinggal di rumah tidak layak huni (Rutilahu).

Orang nomor satu di wilayah desa tersebut, membantah bahwa warganya yang bernama Uyan itu, sakit stroke selama belasan tahun.

Bacaan Lainnya

“Tetkait berita Bapak Uyan penderita stroke di Desa Cisarua terdapat informasi yang perlu diluruskan. Salah satunya, menderita stroke sekitar 2 tahunan dan bukan 11 tahun,” kata Arie Yanwar kepada Radar Sukabumi pada Kamis (18/05).

BACA JUGA: Memprihatinkan, Warga Sukabumi Pengidap Stroke dan Kista Tinggal Digubuk Reot

Hal tersebut dapat dibuktikan, sewaktu ia bersama perangkat Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, mengunjungi untuk menjenguk keluarga Pak Uyan. “Iya, saya sudah meninjau ke lokasi rumah Pak Uyan itu, jadi tidak benar jika Pak Uyan itu tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah desa. Apalagi, jika ada kabar Pak Uyan ditelantarkan.

“Bahkan, kami sering memberikan bantuan atau program sosial kepada Pak Uyan. Salah satunya, pemerintah Desa Cisarua memberikan bantuan berupa kursi roda dan sembako dan dibantu para kader untuk mengantar ke rumah sakit,” bebernya.

Ketika disinggung mengenai kondisi bangunan rumah yang ditempat keluar Pak Uyan, ia menjawab, bahwa pemerintah Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, tidak berdiam diri melihat kondisi keluarga Pak Uyan. Bahkan, ia mengklaim sudah berulang kali mengajukan usulan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Namun, hingga saat ini belum kunjung mendapatkan bantuan.

“Jadi, kendalanya kenapa rumah Pak Uyan itu tidak bisa dibangun atau diperbaiki. Karena, rumah yang ditinggali Pak Uyan milik orang lain. Sehingga tidak bisa diprogramkan dalam bantuan Rutilahu. Sementara, untuk kondisi putri Pak Uyan yang menderita kanker serviks sudah dioperasi sekitar 1 tahun yang lalu,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait