Pasalnya, jembatan yang dibangun sejak tahun 1990 silam itu, merupakan satu-satunya akses warga menuju tempat publik. Seperti, sekolah, pasar, Pusekesmas dan area publik lainnya.
Kepala Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Hendrik mengatakan, tanggul jembatan yang berada di bawah jembatan Padabeunghar ini, jebol sejak dua tahun terakhir. “Memang usianya sudah tua bangunan jembatan ini.
Sehingga ketika terjadinya pengikisan oleh air sungai, tanggul tersebut langsung jebol. Apalagi, jembatan ini kerap dilalui kendaraan berat yang berkapisatas puluhan ton,” jelas Hendrik saat disambangi Radar Sukabumi di kantor Desa Padabeungar, Rabu (3/1).
Menurut Hendrik, apabila kondisi jembatan tidak segera diperbaiki, maka bangunan jembatan penghubung utama dua kecamatan itu akan menerjang tanah tebing sehingga berimbas bagi keselamatan jembatan.
“Kalau mobil besar melintas di jembatan itu, saya khawatir ambruk. Karena warga yang rumah berada di sekitaran lokasi jembatan, selalu merasakan getaran yang berasal dari bangunan jembatan,” imbuhnya.




