“Yang cukup bahaya itu anak-anak yang pulang-pergi sekolah dan terpaksa melintasi sungai, jika air sedang meluap mereka tidak sekolah,” bebernya.
Sementara itu, Asep Saepudin (47), warga sekitar mengaku berterimakasih atas perbaikan jembatan yang dilakukan komunitas itu. Menurutnya, selama ini warga dihantui ketakutan saat melintas jembatan.
“Warga tentunya berterimakasih kepada semua pihak yang membantu perbaikan jembatan Leuwipariuk, terutama kepada komunitas peduli infrastruktur pedesaan,” ucapnya.
(cr15/d)





