KABUPATEN SUKABUMI

Jembatan Bojongkopo Simpenan Sukabumi Terputus Diterjang Banjir

×

Jembatan Bojongkopo Simpenan Sukabumi Terputus Diterjang Banjir

Sebarkan artikel ini
Kondisi jembatan Bojong Kopo, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan amblas.(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)
Kondisi jembatan Bojong Kopo, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan amblas.(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)

SUKABUMI — Dampak hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan jembatan Bojongkopo yang berlokasi di kampung Bojong Kopo, Desa Cidadap, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi terputus.

Jembatan Bojong Kopo yang berbatasan dengan desa Loji  berada di ruas jalan Nasional Bagbagan -Kiaradua tersebut terputus akibat amblas sekitar 4 meter pada bagian ujungnya setelah diterjang derasnya arus air sungai yang terjadi. Kamis (6/3/2025) sekitar 20.30 Wib.

Bank bjb Tandamata

Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi Letkol Kav. Andhi Ardana Valeriandra Putra sesaat meninjau lokasi jembatan Bojong Kopo mengatakan mendapat laporan jembatan Bojongkopo amblas sekitar pukul 21.41 WIB dan langsung melakukan pengecekan hingga pagi hari, dan saat itu memang tengah terjadi hujan deras dan disertai angin kencang.

 “Iya kejadiannya tadi malam memang curah hujan di Palabuhanratu dan sekitarnya cukup tinggi, sehingga sungai yang ada di kanan kiri  meluap dan dapat menggerus pondasi yang di bawah jembatan ini,” ujar Dandim Andhi Ardana.

 “Lokasi jembatan ini saya sampaikan ada di Desa Cidadap kampung Bojong Kopo, kecamatan Simpenan. Ini panjangnya kurang lebih 50 meter, lebar kurang lebih sekitar 8 meter,” imbuhnya.

Dampak dari amblasnya ujung jembatan, kata Dandim Andhi Ardana, sementara ini kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas, sehingga masyarakat dihimbau untuk yang akan melakukan aktivitas dari arah Loji menuju ke arah Bagbagan maupun dari arah sebaliknya menuju ke arah Loji dan Kiaradua tidak bisa dilintasi.

 “Sementara tidak bisa melintas kendaraan apapun, langkah langkah kedepan saya sudah kordinasi dengan PUPR dan saya laporkan kepada Danrem dan Panglima, bahwa nanti akan di assesmen terlebih dahulu, mungkin kedepan dibuat jembatan darurat terlebih dahulu,” jelasnya.

Sementara untuk saat ini, lanjut Dandim Andhi Ardana guna mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan, jajaran TNI kodim disiagakan 24 jam melakukan pengawasan aktivitas masyarakat sekitar yang hendak melintas, pasalnya jembatan tersebut merupakan satu satu nya akses menuju Loji maupun ke Kiara Dua dari arah Bagbagan.