“Sehingga kita lihat masyarakat dan anggota TNI bahu membahu untuk membantu masyarakat untuk bisa melintasi jalan ini. Proses evakuasi motor diangkat pakai tali, karena ini darurat cuaca hujan juga, itu licin sehingga untuk memudahkan evakuasi motor menuju ke atas maupun ke bawah,” terang Dandim Andhi Ardana.
Masih kata Dandim Andhi Ardana, dampak lain akibat jembatan Bojong Kopo tersebut tidak bisa dilintasi kendaraan, masyarakat dari wilayah Pajampangan yang akan ke Palabuhanratu maupun arah sebaliknya untuk mencari akses lain.
“Ini satu satunya jalan yang terdekat, memang ada jalan lagi yang menuju pajampangan itu melalui jampang tengah itu Cikembar dan Lengkong, namun ini jalan satu satunya terdekat menuju ke arah Loji maupun ke Kiara Dua. Personel kita akan disiagakan 24 jam, saya tadi malam sudah disini sampai siang ini di lokasi untuk membantu masyarakat,” paparnya.
Sementara itu, kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Sukabumi Ipda M. Yanuar Fajar mengungkapkan, memang terdapat beberapa arus atau ruas jalan yang terputus diantaranya, di jembatan Bojongkopo, Simpenan – Palabuhanratu, kepada masyarakat yang akan menuju Pajampangan atau sebaliknya bisa melalui jalan Nyalindung melalui Lengkong.
“Dari semalam karena ada beberapa ruas yang terputus akibat bencana longsor dan banjir kami menempatkan personel untuk melakukan rekayasa arus diantaranya di simpang Bagbagan, di simpang Loji, maupun di simpang Kiaradua,” timpalnya.
“Saat ini cuaca masih tidak menentu, kami menghimbau kepada masyarakat pengguna jalan agar berhati hati apalagi ketika melintas daerah yang rawan bencana, jadi apabila cuaca tidak mendukung lebih baik menepi dulu, untuk memastikan situasi aman,” tandasnya. (ndi/d).






