Jangan Datang Dulu ke Puskesmas Cikakak, Dua Pegawai Suspek Covid-19

  • Whatsapp
Suasana pelayanan di Puskesmas Cikakak, menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

CIKAKAK – Pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi, terus berupaya maksimal dalam memerangi penyebaran virus corona atau Covid-19. Seperti halnya di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Cikakak, telah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Ini dilakukan bukan hanya kepada tenaga kesehatan di Yankes tersebut, tetapi seluruh masyarakat yang hendak memasuki Pusekesmas untuk kepentingan pelayanan kesehatan, pun sama, harus mengikuti penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Bacaan Lainnya

Kepala Puskesmas Cikakak, Gunarhyari mengatakan, penerapan protokoler kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini, sengaja diterapkan pasca dua petugas di Puskesmas tersebut, diduga terpapar susfect Covid-19. “Seluruh petugas medis yang bekerja di Puskesmas Cikakak, sudah menjalani pemeriksaan sample swab.

Ini kami lakukan untuk memastikan dan mengetahui secara pasti, terpapar atau tidaknya oleh virus corona,” kata Gunarhyari kepada Radar Sukabumi, Rabu (18/11).

Untuk menghindari dari hal yang tak diinginkan, sambung Gunarhyari, saat ini Puskesmas Cikakak selain melakukan pengetatan protokol kesehatan Covid-19, juga melakukan pembatasan pelayanan terhadap masyarakat yang hendak datang untuk berobat ke Yankes tersebut.

“Karena adanya dugaan mengenai dua petugas Puskesmas terpapar susfect Covid-19, maka seluruh petugas di Puskesmas saat ini ditetapkan sebagai kontak erat pemaparan Covid-19,” imbuhnya.

Untuk itu, sesuai dengan intruksi dari Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi, seluruh petugas di Puskesmas Cikakak harus dilakukan pemeriksaan test swab.

Sementara, untuk hasilnya sendiri, pihaknya belum mengetahui. Pasalnya, saat ini dirinya masih menunggu hasil dari pelaksanaan test swab tersebut.

“Di sini ada 54 petugas kesehatan yang bertugas di Puskesmas Cikakak yang mengikuti sample swab. Kalau untuk pemeriksaan test swabnya sudah dilaksanakan sejak Kamis 12 November sampai Jumat 13 November 2020 lalu.

Namun, untuk hasilnya belum keluar. Sehingga belum kita ketahui separti apa hasilnya,” paparnya.

Sebab itu, pihaknya berharap kepada seluruh stakehoalder, khususnya kepada warga Kecamatan Cikakak, untuk berperan aktif dan bekerjasama dalam memerangi penyebaran virus corona. Salah satunya dengan cara mengikuti anjuran pemerintah, seperti menerapkan protokoler kesehatan.

“Kami berharap kerjasamanya agar warga meningakatkan kewaspadaanya selain dengan menerapkan protokoler kesehatan, juga dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Jadi, sekarang itu untuk mengantisipasi hal yang tak diingkan, Puskesmas Cikakak melakukan beberapa pembatasan pelayanan baik di dalam maupun luar gedung Puskesmas,” beber Gunarhyari.

“Kami sudah berkordinasi dengan gugus tugas untuk memberikan himbauan agar masyarakat untuk sementara waktu tidak mendatangi Puksesmas Cikakak, jika tidak dalam kondisi darurat,” pungkasnya. (den/t)

loading...

Pos terkait