KABUPATEN SUKABUMI

Jalan Pabuaran Kurang Perhatian

×

Jalan Pabuaran Kurang Perhatian

Sebarkan artikel ini

Hal senada, dikatakan Madroi (45) warga Desa Bantarsari, Kecamatan Pabuaran mengaku, geram dengan sikap pemerintah yang tidak memperdulikan warganya. Sebab, kerusakan jalan tersebut, telah membawa dampak terganggunya jalur transportasi angkutan hasil bumi, seperti padi, singkong dan pisang. Bahkan akibat kerusakan jalan itu, telah menyebabkan relatif tingginya ongkos angkut hasil panen.

“Seperti, dari harga singkong Rp400 per kilogram, ongkos angkutnya mencapai Rp600 per kilogramnya. Dikarenakan ongkos angkutnya lebih mahal, sehingga banyak petani yang tidak bisa menjual hasil panennya ke pasaran. Makanya, kerusakan jalan ini telah berimbas terhadap laju pertumbuhan ekonomi warga,” jelasnya.

Bank bjb Tandamata

Selama ini warga berinisiatif sendiri untuk memperbaiki jalan agar bisa dilewati kendaraan roda empat. “Jika panen raya, warga menutup sendiri jalan-jalan berlubang agar truk pengangkut hasil panen bisa lewat. Kalau dibiarkan gak bakalan bisa lewat,” bebernya.

Untuk itu, warga berharap pemerintah punya perhatian khusus untuk melakukan perbaikan jalan, agar tidak ada lagi korban kecelakaan karena menghindari jalan berlubang. “Warga disini terkesan terdiskriminasi oleh pemerintah. Hal ini, terbukti dari akses jalan yang merupakan satu-satunya di lalui warga tidak pernah di perbaiki.” pungkasnya.

 

(cr13/d)