Jalan Dwikora Tertutup Longsor

Jalan Raya Dwikora, Desa Kertaraharja
Kepala Desa Kertaraharja, Yati didampingi Wakil Ketua BPD Desa Kertaraharja, Deden Gles, saat meninjau Jalan Raya Dwikora, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar yang tertimbun longsor.

SUKABUMI – Warga dan pemerintah Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, menggelar aksi gotong royong untuk membersihkan material longsoran yang menimbun Jalan Raya Dwikora, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, kemarin (27/3).

Jalan yang menghubungkan Kampung Cirumput, Pondok Bitung, Padasuka dan Kampung Awilega ini, telah tertimbun material longsor berupa tanah, batu dan lumpur sepanjang 20 meter dengan lebar 2,5 meter.

Bacaan Lainnya

Akibatnya, hingga saat ini jalan yang merupakan milik pemerintah desa itu, tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kepala Desa Kertaraharja, Yati didampingi Wakil Ketua BPD Desa Kertaraharja, Deden Gles mengatakan, peristiwa yang terjadi pada Kamis (27/3) sekira pukul 17.15 WIB itu, terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras.

“Tidak lama setelah itu, bagunan pagar sepanjang 20 meter milik PT Tri Bintang yang merupakan perusahaan bidang pengolahan teh, langsung ambruk dan menutupi akses lalu lintas,” kata Deden kepada Radar Sukabumi, kemarin (27/3).

Akibatnya, jalan tersebut tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat. Untuk itu, setelah mengetahui perisitiwa tersebut, warga setempat dan pemerintah desa langsung gotong royong membersihkan material longsoran itu.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Lantaran, material longsoran sangat luas dan sulit dievakuasi bila menggunakan peralatan seadanya.

“Saya sudah laporan kepada pemrintah kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait. Insya Allah, pada sore ini Dinas PU akan mengirimkan alat berat untuk mengevakuasi material longsoran itu,” paparnya.

Menurutnya, banjir dan longsor itu, bukan hanya menyebabkan ruas jalan desa tidak bisa dilintasi kendaraan. Tetapi, bencana itu juga menerjang rumah penduduk dan hektaran lahan pertanian.

“Ia, air bah dari saluran drainase itu telah meluap dan menerjang kolam ikan, pemukiman penduduk dan lahan persawahan warga dengan luas sekitar tujuh hektare,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai jumlah kerugian materil akibat bencana itu, dirinya mengaku belum bisa menjelaskan secara rinci.

Namun, ia menduga warga telah mengalami kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. “Iya, kasihan warga, karena kolam ikan dan lahan pertanian padinya rusak. Padahal, sebentar lagi akan di panen,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.