KABUPATEN SUKABUMI

Irigasi Leuwisapi Bakal Jadi Objek Wisata

×

Irigasi Leuwisapi Bakal Jadi Objek Wisata

Sebarkan artikel ini
MULAI DILIRIK: Beberapa warga saat mencoba arung jeram di saluran Irigasi Leuwisapi, Desa/Kecamatan Warungkiara

WARNGKIARA — Irigasi Leuwisapi di Kecamatan Warungkiara pada awal September lalu dinyatakan selesai dan diresmikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Selain diharapkan bisa mempengaruhi hasil pertanian warga ditiga desa, juga diharapkan bisa menjadi objek wisata.

“Urusan engineering air, selalu harus ada unsur pariwisata, ini yang selalu saya katakan. Untuk pariwisata, asal tempatnya nyaman,” ujar Ridwan Kamil saat mendatangi Kecamatan Warungkiara.

Bank bjb Tandamata

Menjawab pernyataan orang nomor satu di Jawa Barat ini, Kades Warungkiara, Panpan Apandi pun langsung memutar otak. Dengan dorongan dan masukan dari semua unsur masyarakat, dalam waktu dekat ini akan dibuka wisata air Irigasi Leuwisapi. “Kami melihat ada potensi wisata di irigasi itu. Objek wisatanya dengan memanfaatkan aliran air,” ujar Panpan Apandi

Panpan menyebutkan, objek wisata yang akan dibuka itu ialah Arung Jeram Irigasi Leuwisapi. Pasalnya, air yang mengalir di irigasi ini tak kalah hebatnya dengan air di sungai lainnya. “Dari sisi keamanannya pun, teman-teman kami dari tim adventur sudah menyurvei dan memastikannya aman. Makanya, potensi ini tidak akan kami sia-siakan,” akunya.

Mengingat irigasi itu pengelolaannya merupakan kewenangan pemerintah provinsi, Panpan pun mengaku sudah menyampaikan rencananya itu kepada PSDA provinsi.

Alhasil, respons positif dan dukungan pun ia terima dari pemeirntah tingkat I tersebut. “Gayung bersambut. Saat kami sampaikan rencana ini, mereka langsung merespon positif. Tentunya, ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus mengembangkan,” bebernya.

Dengan adanya program baru ini, Panpan berharap kemajuan Desa Warungkiara semakin nampak lagi. Mulai dari sisi pemberdayaan masyarakat desa, peningkatan ekonomi hingga pada perbaikan infrastruktur desa.

“Selain itu, kami yakin ini bisa menjadi ladang PADes bagi Desa Warungkiara. Mohon doa dan dukungan dari semua, supaya rencana ini terlaksana dengan baik,”

Seperti diberitakan sebelumnya, Ridwan Kamil berharap keberadaan Leuwisapi inibisa lebih mendorong potensi pertanian agar semakin baik dan meningkat. Pasalnya irigasi itu akan mengairi sekitar 250 hektare sawah. Dari potensi penghasilan 675 ton pertahun, saat ini diperkirakan bisa mencapai 3.750 ton setiap tahunnya. “Inilah yang dimaksudkan inovasi serta kolaborasi membawa perubahan dan kemajuan,” kata Emil.

Mantan Walikota Bandung ini menyebutkan, pembangunan Leuwisapi menjadi bukti Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah fokus pada pembangunan desa. Selain itu, pembangunan Leuwisapi nantinya diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, karena akan dikolaborasikan dengan adanya tempat wisata.

Menurutnya, Jawa Barat merupakan daerah dengan jalur hidrologi terbesar di Indonesia. Sebab berlimpah sungai, danau, waduk, serta irigasi. Kekayaan ini dilengkapi dengan panorama alam yang indah. “Maka dari itu, kami sedang mengembangkan pariwisata air sebagai unggulan, termasuk Leuwisapi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Marwan Hamami menyatakan, kawasan sekitar Leuwisapi ini memiliki potensi pertanian dan pariwisata yang bisa dan akan dikembangkan. Selain kedua potensi tadi, ia juga menyebutkan Kecamatan Warungkiara ini berpotensi adanya perluasan areal pesawahan untuk penambahan stabilitas pangan.

“Mudah-mudahan kedepan kondisi lahan pertanian sawah seluas 200 hektar kurang lebih bisa bertambah dua kali lipat dari potensi hari ini,” singkatnya. (ren)