Selain berkerikil dan berlumpur sambung dia, jalan tersebut juga bergelombang yang mengakibatkan pengendara roda empat sulit melaluinya. Padahal, beberapa waktu lalu sebagian jalan tersebut mendapatkan perbaikan dari pemerintah namun pengaspalan dilakukan tidak dari awal jalan rusak tepatnya di Kampung Cimapag.
Namun, perbaikan jalan direalisasikan dari mulai Kampung Suria. “Seharusnya pemerintah memprioritaskan kerusakan jalan yang memang kondisinya rusak berat,” ujarnya.
Hal senada dilontarkan warga lainnya, Deni (36) sebagian jalan rusak sudah mendapatkan perbaikan. Tetapi, realisasi dari perbaikan tersebut tidak diterapkan dari mualai lokasi kerusakan jalan.
Hal ini, membuat warga banyak yang mengeluh. “Katanya sih kerusakan sebagiannya ini mau diajukan ke PT Semen Jawa tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Tanjungsari Dilah Hablillah menjelaskan, kerusakan jalan seluruhnya sepanjang 9,7 kilometer, beberapa waktu lalu mendapatkan perbaikan sepanjang 610 meter.
“Hanya saja saya meminta kepada Pemkab untuk diterapkan tidak mulai lokasi kerusakan jalan karena rencananya diawal dilokasi kerusakan jalan akan diajukan ke PT Semen Jawa dan sudah disetujui.






