Sementara itu, Kepala Desa Kebonmanggu, Rasnita mengatakan, pihaknya selalu memberikan edukasi kepada seluruh warganya, khususnya pada kaum milenial, perihal situs Kosasih yang merupakan tempat menyelam dan merencanakan pejuang Sukabumi dalam merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah terdahulu.
“Tugu Kosasih merupakan tempat penyelaman para pejuang RI. Artinya tempatnya bersembunyi dari kepungan lawan.
Dan di sini lah para pejuang di masa lampau menyusun kekuatan untuk menyerang dalam keadaan lemah dan menyelam ketika mendapat serbuan penjajah, karena tidak terdeteksi dari radar para penjajah baik udara maupun darat,” kata Rasnita yang merupakan mantan TNI.
Seorang Purna TNI yang kini aktif menjabat sebagai Kepala Desa Kebonmanggu ini, menilai bahwa Tugu Kosasih merupakan tempat pejuang Sukabumi untuk merencanakan serangan balik kepada para penjajah yang pada masa itu ingin menduduki Sukabumi.
“Situs Letkol Kosasih tempat para pejuang merencanakan strategi untuk menghalau serangan-serangan dari para penjajah Belanda. Dalam hal ini lah DIVISI VI, Kodam Siliwangi, Letkol Raden Ahmad Kosasih yang menjadi pelopornya,” timpalnya.
Untuk itu, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang di pelopori oleh KNPI Kecamatan Gunungguruh itu. Dia berharap kegiatan tersebut menjadi titik awal agar kedepannya ada perhatian dari dinas terkait untuk lebih memperhatikan situs tersebut supaya dilestarikan dan dapat dikenal oleh regenerasi mendatang.
“Semoga kegiatan ini, dapat menjadi titik awal dalam memelihara situs bersejarah ini. Saya berharap KNPI bisa menjadi pelopor dalam mengisi kegiatan positif sebagaimana sejarah pemuda pada masa perebutan kemerdekaan Republik Indonesia yang di deklarasikan melalui Sumpah Pemuda, yang mana pemuda adalah harapan bangsa,” pungkasnya. (Den)






