Kantor Desa Loji Disantroni Maling

  • Whatsapp
Anggota Polsek Simpenan saat olah TKP pencurian di kantor Desa Loji, tepatnya di Kampung Bojongkopo, RT 004/010, Kecamatan Simpenan, Rabu (23/9).

SUKABUMI — Kantor Desa Loji, tepatnya di Kampung Bojongkopo RT (004/010) Kecamatan Simpenan, dibobol maling. Akibatnya, sejumlah barang elektronik di kantor tersebut, raib digondol maling.

Kepala Desa Loji, Papang Suherlan mengatakan, aksi pencurian kantor desa ini, kali pertama diketahui saat petugas desa memasuki kantor desa untuk melakukan aktifitas seperti biasanya sekira pukul 07.30 WIB.

Bacaan Lainnya

“Namun saat memasuki kedalam ruangan kantor, staf saya langsung terkejut karena melihat jendela sudah dalam keadaan terbuka,” kata Pepen kepada Radar Sukabumi, Rabu (23/9).

Pihaknya mengaku, telah mengetahui kejadian pembobolan kantor desanya itu, berdasarkan laporan dari salah satu Kepala Dusun (Kadus). Setelah itu, untuk memastikan kebenarannya, ia langsung bergegas ke kantor desa.

“Setiba di kantor desa. Ternyata benar kantor desa disantroni maling. Iya, mereka mengambil satu unit televisi, empat unit komputer, empat unit printer dan satu laptop dengan jumlah kerugian ditaksir Rp40 juta,” bebernya.

Setelah memastikan kebenaran soal pembobolan kantor desa tersebut, pihaknya langsung mendatangi Mapolsek Simpenan untuk membuat laporan soal kasus pencurian itu.

“Tidak lama setelah itu, sejumlah anggota dari Polsek Simpenan langsung mendatangi kantor desa untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila mengatakan, pihaknya membenarkan soal terjadinya kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan di kantor desa tersebut.

“Berdasarkan olah TKP dan identifikasi petugas dilapangan, diduga pelaku telah melakukan pencurian dengan cara memanjat pagar pintu depan kantor desa, selanjutnya pelaku masuk ke dalam kantor,” katanya.

Setelah memanjat pagar pintu desa, disinyalir mereka membobol dan merusak pintu jendela belakang aula kantor desa. Hal ini, dapat diketahui karena kunci jendelanya rusak.

“Sepertinya pelaku masuk dengan cara mencongkel jendela, lalu mendobrak pintu belakang kantor desa dengan menggunakan obeng atau dengan linggis,” bebernya.

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan pengembangan dan memeriksa sejumlah saksi untuk memburu pelakunya. “Besar kemungkinan pelakunya lebih dari satu orang. Kami masih melakukan penyelidikan,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *