KABUPATEN SUKABUMI

Harga Dua Jenis BBM Belum Stabil

×

Harga Dua Jenis BBM Belum Stabil

Sebarkan artikel ini

SUKABMI – Diam-diam, pemerintah telah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi sekitar Rp300-600 per liternya. Tidak sedikit masyarakat yang tidak mengetahui kenaikan harga ini, karena sosialisasi pemerintah masih minim.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sukabumi, Yudha Sukmagara mengatakan, BBM yang mengalami kenaikan ini ialah BBM jenis pertamax dan pertamina dexlite. Penyebabnya yakni naiknya harga beli minyak dunia. “Kenaikan harga jual ini secara periodik dan karena harga minyak dunia sedang naik,” ujar Yudha saat dihubungi Radar Sukabumi, kamis(1/3).

Bank bjb Tandamata

Lebih lanjut ia menjelaskan, di wilayah Hiswana Migas Sukabumi, terdapat 37 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Untuk harga BBM jenis pertamax, di wilayah Sukabumi ditetapkan kenaikannya Rp300, dari haga Rp8.600 menjadi Rp8.900 per liternya. Sementara harga dexlite mengalami kenaikan sebesar Rp600, yakni dari Rp7.500 menjadi Rp8.100 per liternya. “Kenaikan harga BBM jenis ini berdasarkan harga kenaikan BBM secara internasional. Jadi kenaikan ini mengikuti harga internasional,” paparnya.

Selain itu, ia menilai kenaikan harga BBM non subsidi ini harganya masih belum stabil atau fluktuatif. Bahkan ia memperkirakan kenaikan harga tersebut akan kembali mengalami penurunan. “Semisal harga dari internasionalnya menurun, harga di pasaran juga pasti akan menurun dan akan terus menyelaraskan harga di internasional.

Intinya kenaikan harga BBM jenis ini, masih belum tentu naik selamanya,” imbuhnya.Sementara itu, Neneng Tita (35), warga Kampung Tanjalanlengka, RT 4/4, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar mengatakan, kenaikan harga BBM ini tidak terlalu berpengaruh bagi kegiatannya sehari-hari. Hal itu lantaran ia dan juga kerabatnya tidak menggunakan jenis BBM yang harganya naik. “Enggak tahu ada kenaikan. Kalau beli, ya beli saja,” akunya.