Nunung menekankan bahwa digitalisasi logistik merupakan kebutuhan mendesak agar sektor perikanan budidaya mampu bersaing di era modern.
“Melalui program Quick Win ini, kita tidak hanya memperkenalkan teknologi, tetapi juga membangun sinergi antara pemerintah, pembudidaya, dan penyuluh dalam satu ekosistem yang guyub,” tambahnya.
Ia berharap Kabupaten Sukabumi bisa menjadi daerah percontohan dalam penerapan digital logistik perikanan budidaya, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi lokal. “Dengan ini, kesejahteraan pelaku usaha perikanan bisa terus meningkat dan berdaya saing,” tutup Nunung.(ndi/d)






