Gatal-gatal Bukan Karena Aktifitas Pabrik Semen

  • Whatsapp
PT Semen Jawa SCG
PT Semen Jawa

SUKABUMI – Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, Somchai Dumrongsil membantah keluhan masyarakat Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi mengenai penyakit gatal-gatal akibat dari aktifitas pabrik.

Ia menjelaskan, PT Semen Jawa merupakan pabrik Semen SCG pertama di Indonesia yang dirancang dengan konsep Green Manufacturing berlandaskan prinsip sustainable development yang menyeimbangkan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Bacaan Lainnya

“PT Semen Jawa, dalam menjalankan operasionalnya, juga senantiasa mematuhi seluruh peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah. PT Semen Jawa telah memperoleh predikat Proper Biru dari Kementerian lingkungan hidup Republik Indonesia berdasarkan Permen LH 3/2014 pada 2018-2019,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Radar Sukabumi, Selasa (26/10).

Lanjut dia, perusahaan dengan peringkat Biru merupakan usaha dan atau kegiatan yang telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan, yang telah sesuai dengan apa yang dipersyaratkan oleh undang-undang.

Adapun mengenai penyakit gatal yang dikeluhkan oleh salah seorang masyarakat Desa Sirnaresmi, sambung dia, pihak Rumah Sakit R Syamsudin SH telah memberikan keterangan tertulis pada tanggal 27 Maret 2019.

“Bahwa penyakit gatal-gatal yang diderita bukan disebabkan oleh faktor eksternal seperti paparan bahan kimia. Hal ini pun telah diuji di pengadilan sesuai dengan data – data dan bukti-bukti yang ada,” ucapnya.

Namun demikian, PT Semen Jawa bersedia untuk melakukan analisa kembali mengenai penyakit gatal-gatal yang diderita oleh salah seorang warga Desa Sirnaresmi apabila diperlukan. Hal ini karena masyarakat yang berada di sekitar operasi PT Semen Jawa, merupakan salah satu prioritas perusahaan.

“Untuk menjamin transparansi analisa, PT Semen Jawa juga akan bekerjasama dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat dan masyarakat Desa Sirnaresmi, Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.

Sebelumnya, Aktifis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat, bersama sejumlah warga dari Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, mendatangi gedung DPRD Kabupaten Sukabumi. Mereka mengadukan terkait keluhan dampak kesehatan yang diduga dari kegiatan pabrik PT Semen Jawa.

Manager Advokasi dan Kampanye Walhi Jabar, Wahyudin Iwang menyampaikan, pasca perusahaan PT Semen Jawa melakukan adendum dokumen perizinan, pihaknya mendapatkan temuan terkait dengan dampak kesehatan terhadap warga di sekitar perusahaan.

“Walhi melakukan riset dan menemukan secara umum memang gangguan kesehatan masyarakat di sana meningkat, salah satunya diare, ISPA (inpeksi saluran pernapasan akut), dan gatal-gatal,” ujar Wahyudin kepada awak media usai beraudiensi dengan anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, antara lain, Paoji Nurzaman, Badri Suhendi, Andri Hidayana, dan Ade Dasep ZA, Senin (25/10). (ris/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *