KABUPATEN SUKABUMI

Festival Eksplorasi Pariwisata 2025: Sukabumi Tampilkan Warna Baru Pengembangan Wisata

×

Festival Eksplorasi Pariwisata 2025: Sukabumi Tampilkan Warna Baru Pengembangan Wisata

Sebarkan artikel ini
Suasana Festival Eksplorasi Pariwisata Kabupaten Sukabumi 2025 yang berlangsung di kawasan P2WKSS Kecamatan Gunungguruh, belum lama ini.
Suasana Festival Eksplorasi Pariwisata Kabupaten Sukabumi 2025 yang berlangsung di kawasan P2WKSS Kecamatan Gunungguruh, belum lama ini.

SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan sektor pariwisata daerah. Hal ini diwujudkan lewat penyelenggaraan Festival Eksplorasi Pariwisata Kabupaten Sukabumi 2025 yang digelar di kawasan P2WKSS, Kecamatan Gunungguruh, belum lama ini.

Festival ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, dan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata H. Ali Iskandar, serta para pelaku wisata, komunitas budaya, dan UMKM dari berbagai wilayah.

Bank bjb Tandamata

“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi ruang ekspresi dan eksplorasi potensi wisata lokal. Kami ingin masyarakat terlibat aktif dalam membangun citra pariwisata Sukabumi,” ujar Kadispar Ali Iskandar.

Beragam kegiatan meramaikan acara, mulai dari pagelaran seni budaya, festival liwet, pameran UMKM desa, gebyar pelayanan publik, hingga lomba mewarnai anak-anak.

Ali menambahkan, pariwisata kini telah berkembang menjadi industri kreatif yang terintegrasi dengan berbagai sektor. “Budaya, ekonomi, teknologi digital, dan lingkungan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata. Festival ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.

Sekda Ade Suryaman menyebutkan, pelaksanaan festival bertepatan dengan penilaian program P2WKSS oleh Pemprov Jawa Barat pada 2 Desember mendatang, sehingga memiliki nilai strategis dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan.

“Pariwisata adalah motor penggerak kesejahteraan. Setiap kunjungan wisata membawa peluang ekonomi dan promosi daerah. Mari kita kembangkan pariwisata secara kolaboratif, kreatif, dan berkelanjutan,” ajaknya.