“Kami sengaja membawa AK ke BRSPDM Phalamartha Cibadak. Lantaran, kondisi kejiwaannya sangat memprihatinkan.
Terlebih lagi, ia telah tinggal sebatang kara di rumah milik keluarganya. Jadi, AK itu sebelum kami bawa ke BRSPDM Phalamartha Cibadak, ia tinggal di rumah milik neneknya yang berukuran sekitar 5 kali 5 meter persegi.
Iya, kasian keluarganya itu sudah meninggal semua dan yang terakhir neneknya meninggal sekitar tahun 2018 lalu,” katanya.
Meski AK ini, tidak membuat onar atau meresahkan warga, namun pemerintah Desa Kebonpedes mengaku sangat khawatir terhadap kondisi kejiwaannya yang setiap harinya semakin terpuruk.
“Kalau dulu suka ngamuk ke neneknya, ketika keinginannya tidak terpenuhi. Seperti ingin makan. Tapi, kalau sekarang tidak pernah ngamuk,” ujarnya.
Untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan, ahkhirnya pemerintah Desa Kebonpedes bersama Babinsa dan petugas Kecamatan Kebonpedes langsung menyambangi rumah ODGJ itu, untuk dievakuasi ke BRSPDM Phalamartha Cibadak menggunakan kendaraan pribadi milik kepala desa setempat.
“Kalau tinggal disana, kasian sendiri. Sementara, untuk kebutuhan makan dan minumnya, hanya mengandalkan pemberian dari pemerintah desa dan warga setempat,” pungkasnya. (den/d)






