KABUPATEN SUKABUMI

Empat Desa Gagal Panen

×

Empat Desa Gagal Panen

Sebarkan artikel ini

CIEMAS – Sudah empat musim ini, warga empat desa di Kecamatan Ciemas mengalami gagal panen.

Penyebab kondisi itu lantaran air dari irigasi berkurang diduga akibat dari aktivitas tambang dan pengolahan emas secara liar.

Bank bjb Tandamata

Empat desa yang mengalami gagal panen itu ialah Desa Tamanjaya, Mekarsakti, Ciwaru dan Desa Mandrajaya. Diempat wilayah ini, pasokan air untuk lahan pertanian mulai menyusut.

Kepala Desa Tamanjaya, Pandi menyebutkan, gagal panen itu akibat dari sulitnya pasokan air di irigasi.

Kondisi ini merupakan dampak dari ulah segelintir orang yang melakukan penambangan dan pengolahan emas secara liar di wilyah hulu yang posisinya masih di desa yang dipimpinnya.

“Tambang liar itu lokasinya di Perum Perhutani Blok Pasirpiring, tepatnya berada di antara wilayah Kecamatan Simpenan dan Kecanatan Waluran,” ujar Pandi kepada Radar Sukabumi, kemarin.

Selain itu, lanjut Pandi, kegagalan panen ini juga diduga karena adanya penggunaan salah satu bahan kimia yang dijadikan obat untuk pengolahan emas.

“Obat ini memunculkan berbagai macam penyakit tanaman. Makanya di daerah kami gagal panen,” imbuhnya.

Terkait dengan saluran irigasi yang terganggu, Pandi menyebutkan beberapa saluran iriagsi. Diantaranya saluran irigasi teknis Cikanteh blok Cikoang, Bihbul dan Cidatar Desa Tamanjaya.

“Akibat adanya gangguan tersebut, petani mengalami kerugian besar hingga mencapai 90 persen,” sebutnya.

Sementara itu, Kades Ciwaru, Taofik Gunturochmi menyebutkan, pendangkalan Sungai Cisuren anak dari Sungai Cikanteh memang mengalami pendangkalan. Namun Taofik menepis jika pendangkalan itu diakibatkan dari limbah tambang emas.

“Itu akibat dari longsoran tanah di hulu yang ditanami padi gogo. Saat hujan, tanahnya tergerus air ke sungai,” bebernya.

Selain itu, sungai irigasi tersebut juga menggunakan sistem buka tutup. Untuk memperlancar aliran irigasi, warga yang dibantu TNI melakukan pengerukan di wilayah sungai yang mengalami pendangkalan (sedimentasi).

“Mudah-mudahan setelah adanya pengerukan irigasi lancar dan bertani pun kembali nornal,” harapnya. (ryl/d)