SAGARANTEN – Satu rumah panggung dan satu rumah permanen milik warga di Kampung Cisasak, Desa Gunungbentang, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi ludes hangus terbakar, Kamis, (19/9).
Berdarsarkan informasi didapat, peristiwa kebakaran, yang menghanguskan dua rumah milik Eti (65) dan milik anaknya bernama Encep ini terjadi sekitar pukul 19.10 Wib, beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut, para korban mengalami kerugian materi.
P2BK (Petugas Penanggulangan Kebencanaan Kecamatan) Sagaranten Jaenal Mutakin, dalam keterangan yang diterima Radar Sukabumi mengatakan, menurut keterangan para saksi dilapangan, pertama kali api terlihat dan membakar rumah panggung milik Eti berukuran 10×5 meter.
“Kemudian api membesar dan merembet menghanguskan rumah permanen milik anaknya berukuran 12×6 meter,” ujar Jaenal Mutakin. Jumat, (20/9).
Dijelaskan Jaenal Mutakin, tidak hanya mengahuskan dua bangunan, peristiwa kebakaran juga menghanguskan seluruh isinya termasuk barang barang berharga milik para korban atau warga yang rumahnya terbakar, seperti surat surat rumah, kendaraan dan juga perhiasan.
“Dugaan sementara, api muncul dari kebocoran selang tabung gas di salah satu rumah, yakni milik Eti, yang kemudian api membesar dan merembet ke rumah anaknya,” jelasnya.
“Dari keterangan cucu korban, sebelum kebakaran terjadi bersama istrinya berkunjung ke rumah Eti yang ketika tengah memasak gorengan, sesaat kemudian terdengar suara ledakan dari dapur,” sambungnya.
Adanya peristiwa kebakaran itu, lanjut Jaenal langsung berkordinasi dengan unsur unsur terkait seperti pemerintahan desa setempat, dan kecamatan untuk melakukan supaya penanganan sementara.
“Warga juga dihimbau untuk tetap waspada dan berhati hati, musim kemarau rawan terjadi kebakaran,” terangnya.
Sementara itu, menurut keterangan perangkat desa Gunung Bentang, Encep Anwar, mendapat laporan adanya peristiwa kebakaran dua unit rumah warga sekitar pukul 19.15 Wib, dan langsung melaporkan ke pihak pemadam kebakaran setempat, yang tidak lama kemudian satu tim dari unit damkar langsung berjibaku bersama warga lainnya melakukan pemadangan.
“Api kemudian dapat dipadamkan sekitar pukul 19.53 Wib, jadi saat petugas pemadam datang api tengah berkobar besar,” jelasnya.
“Dibutuhkan waktu sekitar 20 menit, api berhasil dipadamkan petugas damkar dibantu warga sekitar dengan alat seadanya,” imbuhnya. (Ndi)






