KABUPATEN SUKABUMI

Dua Hari, PCNU Gelar Rakercab

SUKABUMI — Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) I selama dua hari kemarin. Sedikitnya tiga hal besar yang dihasilkan dalam kegiatan ini. Bupati Sukabumi, Marwan Hamami berharap sinergitas antara pemerintah dengan ormas islam terbesar ini bisa terus berjalan khususnya dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang religius.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, empat hal yang dihasilkan dalam Rakercab I ini adalah amaliah, fikroh, siasah dan harokah. Pada bidang pertama amaliah, warga NU memiliki amaliah ubudiyah yang khas, yaitu ahlus sunah wal jamaah (Aswaja).

Rakercab ini menguatkan kepada nahdliyin agar terus melaksanakan amaliah sesuai dengan ciri khas keaswajaan. “Kedua dalam bidang fikroh. Dalam berfikir, warga NU khususnya yang ada di Sukabumi harus selaras dengan program pemerintah dan paling penting memberikan dampak manfaat bagi kehidupan umat, terutama kalangan nahdiyyin,” ujar Ketua Sterring Commite (SC) PCNU Kabupaten Sukabumi, Supriatna Mubarok kepada Radar Sukabumi.

Selanjutnya adalah siasah. Menurut Supriatna, strategi yang dibangun dan dikembangkan merupakan strategi yang Islami, memiliki karakter tanpa mencela, menyalahkan orang dan selalu hidup berdampingan dengan muara kedamaian.

“Kata lainnya adalah toleran. Selaku warga yang berdiri dan hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia, sudah selaiknya saling menghormati dan menghargai. Tidak boleh kita mencela satu dengan yang lainnya,” akunya.

Terakhir yang dihasilkan dalam Rakercab ini adalah harokah. Artinya, gerakan yang dibangun dalam memujudkan kemaslahatan umat, NU selalu bergerak atas dasar petuah, arahan dan nasihat para sesepuh NU. Kalau ada yang membawa misi sendiri, itu dipastikan bukan NU. “Hal-hal detailnya nanti disampaikan. Namun itu secara garis besar yang dibahas dalam Rakercab ini,” bebernya.

Loading...

Dengan terlenggaranya Muskercab ini, diharapkan NU Kabupaten Sukabumi, mulai pengurus cabang, kecamatan hingga pengurus ranting memiliki langkah, gerak, amaliah dan strategi yang sama untuk menjadikan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang dicintai masyarakat sehingga menjadi kebutuhan bagi masyarakat.

“Nantinya akan sangat sinergis dengan visi Kabupaten Sukabumi yaitu Religius dan Mandiri. Di sini nampaknya ada keselarasan antara umara dan ulama di Kabupaten Sukabumi untuk menjadikan masyarakat Sukabumi yang religi, mandiri, sejahtera, aman dan terkendali. Itu merupakan esensi dari pada Rakercab ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengatakan, pada prinsipnya Rakercab PCNU ini merupakan salah satu upaya mensosialisasikan dan menguatkan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Sukabumi.

“Kegiatan musyawarah kerja ini bisa menyelaraskan kelembagaan dan anggota yang kemudian nanti disupport oleh kebijakan pemerintah. Tentunya harus sinkron dan satu pemikiran, sehingga potensi ini bisa memberikan satu manfaat dan penguatan kepada umat, misi religius yang kita dorong harus berdampak positif,” timpal Marwan.

Marwan menekankan, dalam menjalankan program, NU harus adaptif terhadap perubahan zaman. Pasalnya saat ini mengacu kepada perubahan teknologi. NU harus sudah siap mengadaptasi perubahan tersebut. “Bukan berarti informasi teknologi menjadi faktor utama tapi yang paling penting bagaimana silaturahmi kita harus di jalani oleh semuanya,” ujarnya. (bam/s)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button