KABUPATEN SUKABUMI

Dua Desa Kesulitan Air Bersih

×

Dua Desa Kesulitan Air Bersih

Sebarkan artikel ini

KADUDAMPIT– Warga Kampung Pasir Tengah, RT 21/9, Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit hingga kini masih kesulitan mendapatkan air bersih. Ironisnya, kondisi ini terdapat di antara hingar-bingar perkembangan parawisata wilayah Kecamatan Kadudampit.

Keluhan atas akses air bersih ini disampaikan Halimah (52). Menurutnya, selama 20 tahun ini ia bersama puluhan kepala keluarga lainnya terpaksa menggunakan air yang belum bisa dipastikan kebersihannya. Karena air yang digunakan mandi, minum, mencuci ini masih mengandalkan dari aliran selokan kecil.

Bank bjb Tandamata

“Ya kondisi ini sudah lama kami alami. Air yang kami biasa gunakan ini dari selokan yang kebersihannya belum bisa dipastikan, karena di hulu banyak aktivitas warga bertani dan lainnya,” keluhnya kepada Radar Sukabumi, kemarin (2/7).

Untuk kebutuhan minum pun, lanjut Halimah, dirinya harus menunggu waktu tengah malam tiba. Karena pada siang hari, kualitas air terkadang keruh dan tidak jarang menjadi penyebab gatal. “Untuk minum, kami terpaksa masih gunakan air ini. Tapi, diambilnya malam hari dan harus disaring terlebih dahulu. Soalnya kalau siang, kondisinya agak keruh. Bahkan, anak saya pun pernah gatal-gatal hingga satu tahun baru sembuh,” cerita ibu berhijab ini.

Walaupun tidak jauh dari objek wisata Jembatan Gantung yang sedang ramai, Halimah mengaku belum pernah menginjakkan kakinya. Dirinya hanya berharap, agar pemerintah dapat membenahi akses air bersih dan jalan menuju kampungnya.

“Selain air bersih, jalan menuju kampung kami juga masih tanah merah. Dikala hujan, kami cukup kerepotan. Soal jembatan gantung, belum pernah ke sana tuh, walaupun katanya warga asli gratis. Kami hanya berharap bisa menikmati air bersih saja,” imbuhnya.