SUKABUMI – Berakhirnya masa Penerimaan Peserta Didik Baru
(PPDB) online untuk jenjang SMA pada Sabtu (30/6), hampir di
setiap sekolah negeri di wilayah Kota Sukabumi jumlah
pendaftar melebihi kuota siswa baru yang disediakan untuk
setiap jalurnya di setiap sekolah. Sehingga, pihak sekolah
pun harus melakukan penyeleksian secara sistem. Terutama
untuk jarak yang paling mendekati.
Seperti salah satunya SMA Negeri 1 (SMANSA) Kota Sukabumi.
Salah satu sekolah favorit di Kota Sukabumi itu tahun ini
hanya menjaring 407 siswa. Tentunya angka ini tidak berbeda
jauh dengan tahun kemarin.
Staf Kesiswaan SMANSA Kota Sukabumi Roni mengatakan, sesuai
dengan aturan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik)
Jawa Barat (Jabar), jumlah maksimal rombongan belajar
(Rombel) untuk setiap angkatan 12 rombel.
“Setiap rombelnya tidak boleh lebih dari 36 peserta
didik,”ujar Roni kepada Radar Sukabumi, kemarin (2/7).
Ia mengungkapkan, kebijakan itu berlaku sejak 2017 kemarin,
setelah terjadi alih fungsi SMA/SMK di bawah pemerintahan
Provinsi Jabar. Hanya saja yang berbeda adalah konsep
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)-nya, di mana tahun ini
ada aturan zonasi.
“Untuk pendaftar di SMAN 1 Kota Sukabumi tahun ini melebihi
kuota yang diberikan setiap jalurnya, sehingga di pihak
sekolah pun terjadi penyeleksian by sistem,
terutama untuk



