“Ini pidato terakhir dan juga dewan terakhir di 17 Agustus kali ini, tahun depan kan semua perangkat kenegaraan di pusat ini berubah lagi, ini menjadi satu PR (Pekerjaan Rumah) besar nanti bagi yang melanjutkan apakah konsekuensi dari proses perencanaan ke depan melanjutkan kebijakan atau juga nanti ada pengevaluasian,” paparnya.
Marwan menegaskan, tantangan besar tersebut menurutnya harus bisa terwujud demi menjaga asa harapan masyarakat, tanpa melihat hal baik ataupun hal buruk dari pemerintahan.
“Ini tantangan yang harus terus, karena masyarakat melihat harapan-harapan tadi, bagi saya secara pribadi tentunya konsep apapun yang diberikan pasti akan sangat memungkinkan untuk mensejahterakan rakyat,” ucapnya.
“Balik lagi kepada kita semua, kepada masyarakat bisa tidak menjawab, karena dengan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat itu diharapkan menjadi satu nilai semangat untuk membangun,” tandasnya. (Ndi)






