Lahan Pertanian Tinggal 56.873 hektare, Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Bakal Tertibkan Alih Pungsi Lahan

  • Whatsapp
Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Sukabumi, Jalil Abdillah saat diwawancara Radar Sukabumi

RADARSUKABUMI.com — Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Sukabumi, Jalil Abdillah angkat bicara soal maraknya alih pungsi lahan pesawahan untuk pembangunan perumahan maupun perusahaan.

Akibatnya, luas lahan pesawahan saat ini semakin terkikis. “Sesuai dengan peraturan pemerintah, bahwa lahan hijau itu tidak boleh dialihfungsikan begitu saja.

Bacaan Lainnya

Kalau misalkan, ada perusahaan yang akan mendirikan bangunan perumahan di lahan pesawahan, maka harus ada rekomendasi teknis dari Dinas Pertanian dengan catatan perusahaan harus mempersiapkan lahan pengganti,” ungkap Jalil kepada Radar Sukabumi, Rabu (8/7).

Lebih lanjut Jalil mengatakan, kebanyakan saat ini perumahan dan perusahaan yang berdiri di lahan hijau tersebut tidak ada penggantian lahan.

“Kemarin kita sudah temukan satu pembangunan perumahan di daerah Perungkuda dan kita dorong perusahaan ini untuk wajib melakukan penggantian lahan.

Karena yang dibuat untuk perumahan itu lahan sawah dan banyak lagi perumahan yang berdiri di lahan pesawahan,” ujarnya.

Sebab itu, Jalil meminta, agar Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi tidak memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terlebih dulu sebelum perusahaan mengganti lahan untuk pertanian.

“Kalau tidak ada penggantian lahan, pemerintah jangan dulu mengeluarkan IMB. Dalam hal ini, tidak mungkin Dinas Perizinan mengeluarkan IMB jika peraturan teknis dari Dinas Pertanian nya belum ada,” ungkapnya.

Jalil menambahkan, kedepan DPRD Kabupaten Sukabumi akan berupaya mendorong semua perusahaan yang mendirikan bangunan di lahan pertanian untuk menyediakan lahan penggantinya sehingga tidak berdampak kepada terkikisnya luas lahan produktif yang ada.

“Inilah yang akan kita tertibkan kedepannya sehingga semua perusahaan yang hendak mendirikan bangunan di lahan pesawahan harus menyiapkan halan pengganti,” ucapnya.

Sebelumnya, data yang tercatat Distan Kabupaten Sukabumi menyebutkan, lahan sawah yang tereleminasi atau beralih fungsi hingga saat ini mencapai 9.692 hektare sehingga lahan yang tersisa saat ini hanya 56.873 hektare. (bam/d)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *