Ketua Dewan Respon Legalisasi Sentral Petasan

  • Whatsapp
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara saat memberikan keterangan soal rencana pembuatan pabrik petasan di wilayah Kecamatan Kebonpedes.

KEBONPEDES — Rencana pemerintah Kecamatan Kebonpdes yang akan megurus izin produksi petasan di wilayah Kampung Lemburhuma, Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, mendapat respon dari dari semua pihak.

Salah satunya, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara yang tengah memperjuangkan agar wilayah Kecamatan Kebonpdes menjadi sentral produksi petasan dan kembang api.

Bacaan Lainnya

“Iya, pernah ada pembicaan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengenai rencana pembangunan pabrik petasan di wailayah Kecamatan Kebonpedes ini. Bahkan, rencana itu sudah menjadi bahan diskusi kami di DPRD,” jelas Yudha kepada Radar Sukabumi usai melakukan reses pertamanya di 2020 yang diselenggarakan di salah satu rumah tokoh masyarakat, tepatnya di Kampung Bojongringkung, RT 2/1, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Senin (13/1).

Bila nanti proses perizinan untuk sentral produksi petasan dan kembang api, selesai ditempuh. Maka nantinya akan dibuatkan sebuah Undang-undang yang mengatur soal produksi petasan dan kembang api.

“Ini perlu dilakukan karena bahan baku petasan itu salah satunya menggunakan bubuk mesiu yang merupakan bahan peledak. Sehingga perlu diatur sedemikian rupa, sehinga tidak membahayakan,” bebernya.

Jika pemerintah maupun lembaga lainnya, bersikeras melarang warganya sebagai pengrajin petasan agar tidak berproduksi membuat petasan dan kembang api, maka dikhawatirkan dapat menimbulkan gejolak di masyarakat.

Apalagi petasan ini sudah menjadi sebuah tradisi yang dilakukan warga secara turun temurun sejak puluhan tahun silam hingga menjadi khas keahlian serta kebutuhan sebagian warga Kecamatan Kebonpedes.

“Untuk itu, solusinya saat ini adalah bagaimana caranya ada aturan yang bisa mengatur soal pembuatan petasan dan kembang api itu dan kita pantau dengan baik sehingga dalam proses pembautannya tidak menyalahi aturan,” bebernya.

Untuk itu, DPRD Kabuapten Sukabumi sangat mengapresiasi terkait rencana pemerintah daerah yang akan melakukan penataan terhadap home industri petasan agar kegiatannya menjadi legal.

“Ya, dari pada warga sembunyi-sembunyi membuat petasan dan kembang api, itu kan melanggar dan juga membahayakan. Kami sepakat adanya penataan ini. Untuk itu, bila nanti ada Perda yang masuk kepada DRPD akan kita bahas secara intensif,” imbuhnya.

Untuk Menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, ia pun menghimbau kepada seluruh warga Kecamatan Kebonpedes untuk sementara waktu tidak memproduksi petasan dan kembang api.

Karena dikhawatikan dapat membahayakan diri pribadi, keluarga dan tetangga. “Saya berharap warga tunggu dulu dan jangan beraktivitas sebelum proses perizinannya ditempuh.

Karena sudah jelas pembuatan petasan ilegal dapat merugikan semua pihak. Apalagi dalam proses pembuatannya menggunakan bahan peledak.

Untuk itu. warga harus bersabar dulu yang jelas kami akan memperjuangkan sesuai dengan keinginan warga asalkan yang penting tidak melanggar auran,” bebernya.

Sementara itu, Camat Kebonpedes Ali Iskandar mengatakan, dari 47 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Sukabumi, hanya Kecamatan Kebonpedes yang warganya memiliki keahlian dalam pembuatan kembang api.

Namun, bila dalam produksinya tidak diawasi dengan baik, maka dapat membahayakan diri pribadi, keluarga dan lingkungan lainnya. “Untuk itu, pemerintah berinisiatif membantu warga agar semua aktivitasnya memiliki izin,” katanya.

Saat ini, proses perizinan untuk legalisasi petasan dan kembang api itu, sudah berjalan. Bahkan, untuk proses UPL dan UKL dari Dinas Lingkungan Hidup sudah keluar.

Rencananya, pabrik petasan yang akan dibangun dilahan seluas sekitar satu hektare yang berada di Kampung Lemburhuma, Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes itu, akan mulai beroperasi pada pertengahan 2020 nanti. (den/t)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *