“Peserta kami ajarkan cara membuat aksesori dari bahan baku tepung. Setiap kelompok didampingi langsung oleh trainer agar hasil karya yang dibuat bisa indah dan bernilai jual,” jelasnya.
Eki berharap, melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga mampu membangun kesadaran kritis dan visi kehidupan yang lebih maju dan mandiri.
“Kami berharap peserta dapat membangun kesadaran kritis, serta memiliki visi hidup untuk terus berkembang, maju, dan menjadi perempuan yang mandiri,” pungkasnya. (den/d)






