KABUPATEN SUKABUMI

DLH Bentuk Timsus Kebersihan Sungai

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi membentuk tim khusus untuk memantau setiap sungai agar tidak tercemari sampah dan menindak pembuang sampah ke sungai.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL) DLH Kabupaten Sukabumi, Suhebot Ginting mengatakan, DLH berkomitmen menciptakan kebersihan sungai dan bantaran sungai dari berbagai jenis sampah. “Ini salah satu program kami untuk menjaga kebersihan sungai dari sampah dan pencemarannya,” kata Suhebod kepada Radar Sukabumi, kemarin (20/8).

Menurutnya, tim ini nantinya akan melakukan kegiatan bersih-bersih di sungai dan mengawasi kebersihan sungai. Namun dalam pelaksanaannya, tidak hanya mereka saja namun bersama masyarakat yang berada di sekitar bantaran sungai. “Alhamdulillah sejauh ini masyarakat sangat antusias dengan adanya kegiatan bersih-bersih sungai ini. Terbukti banyak masyarakat yang berperan aktif membantu petugas,” ujarnya.

Dijelaskan Suhebod, anggota yang tergabung dalam tim patroli sungai tersebut merupakan staf dari DLH Kabupaten Bidang P2KL. “Kalau anggotanya ada 18 orang. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap dua bulan sekali,” paparnya.

Pihaknya berharap, tim patroli sungai ini menjadi wadah kerja bersama masyarakat, yang diinisiasi DLH Kabupaten Sukabumi dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dalam Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PPLH). “Melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat sekitar sungai diharapkan turut serta menjaga kebersihan sungai dan membiasakan diri tidak membuang sampah ke sungai,” ucapnya.

Sebelumnya, Penggiat Lingkungan Sukabumi, Berly Lesmana menuturkan, dalam persoalan sampah tidak bisa menyalahkan pihak tertentu. Namun, harus sadar akan kondisi zaman yang serba menggunakan pembungkus yang sulit terurai oleh tanah. “Sebuah konsekwensi yang harus ditangani pemerintah yakni menambah armada dan petugas kebersihan,” tuturnya.

Sebab kondisi saat ini sampah di masyarakat belum dapat secara optimal terangkut. Hal itu, terjadi akibat keterbatasan armada dan petugas. “Sehingga masyarakat banyak yang memilih membuang sampahnya ke sungai dari pada dibiarkan lama yang dapat mengakibatkan bau tak sedap,” pungkasnya.

(bam)

Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button