KABUPATEN SUKABUMI

DKP Sosialisasikan B2SA

×

DKP Sosialisasikan B2SA

Sebarkan artikel ini
SOSIALSASI : Puluhan warga mengikuti diseminasi pola konsumsipangan ideal di Gedung BPP Kecamatan Sukabumi pada akhir pekan.

Hal ini terbukti berdasarkan data PPH konsumsi masih berada pada skor 78, di bawah rata-rata provinsi Jawa Barat yang mencapai skor 85,2. “Untuk itu virus B2SA harus disebarkan dan diwujudkan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi,” bebernya.

Sebab itu, prilaku pola konsumsi pangan B2SA harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Bank bjb Tandamata

“Membangun pola konsumsi pangan ideal sebetulnya mudah. Asal warga mengkonsumsi makanan yang bervitamin dan bergizi. Sehingga pertumbuhan manusia menjadi baik. Ya, hal ini tentunya dapat meminimalisir resiko pertumbuhan gagal tumbuh (Stunting, red),” imbuhnya.

Namun untuk mewujudkan hal ini, pihaknya menjumpai beberapa tantangan. Diantaranya, faktor pengetahuan masyarakat yang minim terkait B2SA, kebiasaan masyarakat yang masih menjadikan nasi sebagai kelompok pangan yang dominan dan faktor gaya hidup masyarakat yang banyak lebih memilih makanan cepat saji.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, maka Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi akan melaksanakan kegiatan sosialisasi secara intensif dan berkelanjutan diberbagai tingkatan, mulai anak usia sekolah hingga ibu rumah tangga.

“Kami juga akan terus melakukan sosialisasi pemanfaatan lahan pekarangan untuk dapat ditanami komoditas sayur dan buah. Karena lahan pekarangan memiliki potensi sebagai sumber pangan berkualitas bila dimanfaatkan secara optimal,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Herlin (42) mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi terkait kegiatan diseminasi pola konsumsi pangan ideal yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi tersebut.

“Melalui kegiatan ini, saya bisa menjadi lebih faham bagaimana harus menyiapkan konsumsi pangan sehari-hari bagi keluarga. Materi yang diberikan oleh para narasumber sangat berguna untuk menjamin kualitas hidup masyarakat dan mencegah terjadinya stunting.

Untuk itu, saya berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan di kecamatan lainnya agar informasi mengenai B2SA dapat tersebar secara merata,” pungkasnya. (Den)