“Kami hadir langsung ke desa agar pelayanan adminduk bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Ini juga bagian dari penguatan perlindungan hukum dan akses terhadap layanan publik yang lebih inklusif,” jelasnya.
Pihaknya mengaku gembira. Lantaran, kegiatan tersebut telah mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat yang merasa terbantu dengan kemudahan layanan yang diberikan. Banyak pasangan suami istri yang akhirnya memiliki dokumen pernikahan resmi dan bisa mengurus dokumen anak dengan lebih mudah.
“Tentunya, kami akan terus mendorong program layanan jemput bola ini sebagai strategi untuk mempercepat kepemilikan dokumen adminduk yang sah dan tertib, demi mendukung berbagai program perlindungan sosial dan pembangunan berbasis data kependudukan,” pungkasnya. (den/d)






