Deden menjelaskan, pembiayaan perbaikan akan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta program revitalisasi pendidikan dari pemerintah pusat. Namun, kecepatan realisasi sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah.
“Tinggal nanti bagaimana kemampuan keuangan dalam proses pembangunan kembali, baik itu yang rusak berat maupun rehabilitasi untuk yang lainnya. Yang jelas, semuanya sudah tercatat dan menjadi prioritas kami,” pungkasnya.(den/d)






