Sementara itu, aktivis lingkungan dari Poros Bumi, Deni Ambarin (35), yang turut mendampingi peninjauan, membenarkan adanya aktivitas tambak udang vaname di lokasi tersebut. Ia menyebut, berdasarkan pengamatan awal, tambak tersebut diduga menggunakan air laut yang disedot melalui sistem water intake.
“Kami sudah cek bersama DLH. Memang ada dugaan limbah, tapi untuk memastikan apakah mencemari atau tidak, kami masih menunggu hasil investigasi DLH,” ujar Deni.
Ia berharap hasil peninjauan ini dapat segera ditindaklanjuti secara transparan dan tuntas, mengingat potensi dampak lingkungan yang bisa ditimbulkan dari aktivitas tambak tanpa izin lengkap.(ndi/d)






