SUKABUMI – Suasana duka masih menyelimuti Jampangkulon. Seorang anak laki-laki berinisial NS (13) ditemukan meninggal dunia, meninggalkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Kasus ini bukan hanya menyentuh hati, tetapi juga menggugah perhatian pemerintah daerah.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi segera mengambil sikap. Kepala DP3A, Agus Sanusi, menyampaikan duka mendalam sekaligus menegaskan komitmen pihaknya untuk mengawal penuh proses investigasi. “Kami menghormati sepenuhnya proses yang sedang berlangsung di kepolisian. DP3A berkomitmen menyerahkan pengungkapan fakta ini secara transparan kepada pihak berwenang,” ujarnya.
Hingga kini, penyebab pasti kematian NS masih dalam tahap penelusuran intensif oleh aparat penegak hukum dan tim forensik. DP3A hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendamping keluarga. Dukungan psikososial berupa layanan konseling telah disiapkan untuk membantu pemulihan trauma.
Agus mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam spekulasi liar. Menurutnya, menjaga kondusivitas wilayah dan martabat keluarga korban adalah hal yang tak kalah penting. “Kasus ini menjadi refleksi bersama. Peran keluarga harus diperkuat dan pengawasan di lingkungan masyarakat perlu dipererat demi kepentingan terbaik bagi anak-anak kita,” tegasnya.






