SUKABUMI – Ramadan selalu membawa suasana berbeda di pasar-pasar tradisional. Hiruk pikuk pedagang dan pembeli kian terasa, sementara kebutuhan pangan asal hewan melonjak tajam. Di tengah dinamika itu, Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi hadir dengan langkah preventif: inspeksi mendalam ke sejumlah pasar semi modern dan tradisional.
Pasar Semi Modern Cisaat, Cibadak, hingga Cicurug menjadi titik vital yang disisir tim gabungan Disnak bersama UPTD pasar setempat. Mereka tak sekadar memantau harga, tetapi juga menelisik detail yang sering luput: kebersihan lapak, cara penanganan daging, hingga kondisi sanitasi pedagang.
“Kami melakukan pengawasan, pembinaan, hingga monitoring hygiene sanitasi. Fokus kami adalah telur, daging ayam, daging domba, dan daging sapi,” jelas Kabid Keswan dan Kesmavet Disnak Sukabumi, Drh. Endri Baharianto.
Suasana inspeksi memperlihatkan keseriusan petugas. Dengan teliti mereka memeriksa stok, mencatat harga, dan berdialog dengan pedagang. Edukasi mengenai sanitasi menjadi pesan utama, agar kualitas pangan tetap terjaga hingga ke tangan masyarakat.
Hasil pantauan memberikan kabar baik: stok komoditas peternakan aman, harga masih terkendali meski ada fluktuasi. Telur ayam dijual Rp31.000–Rp35.000/kg, daging ayam Rp38.000–Rp45.000/kg, sementara daging sapi Rp125.000–Rp140.000/kg.




